PANDEGLANG, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni optimistis Provinsi Banten mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan produktivitas pertanian. Optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 1.500 hektare dan Gerakan Tanam Jagung Hibrida PS-08 seluas 500 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Andra Soni, swasembada pangan merupakan agenda strategis nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi Provinsi Banten dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui peningkatan produksi pertanian di Provinsi Banten,” kata Andra Soni.
Ia menjelaskan, kolaborasi yang telah terjalin menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,64 persen, dengan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pada 2026, Pemerintah Provinsi Banten menargetkan luas tanam padi mencapai 350.060 hektare dengan produksi 1.859.348 ton. Sementara itu, komoditas jagung ditargetkan memiliki luas panen 8.131 hektare dengan produksi 58.494 ton. Hingga saat ini, realisasi luas tanam padi telah mencapai 74 persen dari target tahunan dengan produksi 1.214.654 ton, sedangkan produksi jagung mencapai 42.996 ton.
Andra Soni menegaskan Pemprov Banten akan terus mengakselerasi berbagai program strategis, mulai dari percepatan luas tambah tanam, optimalisasi lahan pertanian, pengembangan kawasan jagung, peningkatan kualitas pendampingan penyuluh pertanian, hingga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bulog, perbankan, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perdesaan.
“Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Provinsi Banten, sehingga Banten dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji mengatakan panen raya tersebut merupakan panen ketiga yang dilakukan yayasan. Namun, untuk kawasan pengembangan seluas 1.500 hektare, kegiatan itu menjadi panen perdana setelah sebelumnya panen dilakukan di lahan seluas 753 hektare.
“Ini panen ke-3, tetapi untuk kawasan 1.500 hektare ini merupakan panen pertama. Sebelumnya kami melakukan panen pertama dan kedua pada lahan seluas 753 hektare,” ujarnya.
Seno menjelaskan, pengembangan varietas PS-08 dilakukan melalui kemitraan dengan kelompok tani di Kecamatan Carita. Yayasan menyediakan benih, pupuk, pendampingan budidaya, hingga menjamin pembelian hasil panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.
Selain itu, varietas PS-08 saat ini masih dalam proses sertifikasi dan ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Yayasan Bhakti Bela Negara juga berencana membangun Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2026 untuk memperkuat hilirisasi hasil pertanian sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Banten.
*Hadi*




