D’Angklungers di HUT ke-81 RI, Rawat Budaya dan Bangun Regenerasi Seni Angklung

3 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi komunitas D’Angklungers untuk terus merawat seni budaya sekaligus membangun regenerasi musik tradisional Indonesia.

Semangat tersebut ditunjukkan melalui kegiatan yang digelar di Aula TVRI lantai 12, Jalan Gerbang Pemuda No. 8, Senayan, Jakarta, pada 19 Agustus 2026. Kegiatan itu diisi dengan kebersamaan dan aktivitas seni angklung sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

D’Angklungers merupakan komunitas yang beranggotakan sekitar 34 orang dan dipimpin Itje Agung Pradata. Para anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, dengan mayoritas merupakan pensiunan TVRI serta sejumlah simpatisan yang memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.

Komunitas tersebut bermula pada 2018, ketika sejumlah pegawai TVRI dari angkatan 1975 memasuki masa pensiun. Setelah tidak lagi aktif menjalankan tugas di TVRI, mereka kemudian membentuk kelompok angklung bersama dan memilih Itje Agung Pradata sebagai ketua.

Baca Juga :  Milad Padepokan Silat di Serang Jadi Ajang Sinergi Relawan Prabowo

Angklung dipilih karena dianggap memiliki karakter musik yang ceria dan mampu menghadirkan suasana menyenangkan. Selain sebagai sarana hiburan, aktivitas bermain angklung juga dinilai dapat membantu melatih konsentrasi dan menjaga para anggota tetap aktif berkegiatan.

Seiring waktu, D’Angklungers terus berkembang. Jumlah anggota bertambah dan kelompok tersebut semakin sering mendapat kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Sejumlah panggung yang pernah diikuti antara lain di Taman Ismail Marzuki (TIM), kegiatan yang berkaitan dengan rekor MURI, pertunjukan orkestra bersama Percik dan musik Institut Kesenian Jakarta (IKJ), serta penampilan di Saung Angklung Udjo.

Baca Juga :  Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah Lewat Pergunu–JKSN

Bagi D’Angklungers, perjalanan komunitas bukan hanya untuk mengejar popularitas. Keberadaan mereka menjadi bentuk pengabdian dan dedikasi para anggota, khususnya para lansia, untuk tetap berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan seni angklung.

Melalui kegiatan tersebut, D’Angklungers juga berupaya memperkenalkan angklung kepada generasi berikutnya. Regenerasi dinilai penting agar seni musik tradisional tidak berhenti pada satu kelompok atau generasi, tetapi terus tumbuh dan mendapat apresiasi dari masyarakat luas.

D’Angklungers berharap komunitasnya dapat semakin berkembang dan angklung semakin dicintai masyarakat Indonesia. Mereka ingin angklung tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Baca Juga :  IJD 2026, Banten Ajukan 50 Ruas Jalan ke Kementerian PU

Bagi komunitas ini, kecintaan terhadap angklung merupakan salah satu bentuk kebanggaan terhadap Indonesia. Seni musik diyakini memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang serta memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Semangat itulah yang terus dijaga D’Angklungers. Di tengah usia para anggota yang sebagian besar telah memasuki masa pensiun, mereka tetap menunjukkan bahwa berkarya, menjaga budaya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa dapat dilakukan kapan saja.

Melalui alunan angklung dalam momentum HUT ke-81 RI, D’Angklungers ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga seni budaya merupakan bagian dari menjaga identitas Indonesia. Mereka pun berkomitmen untuk terus berkesenian, mendorong regenerasi, dan mengajak masyarakat semakin mencintai angklung sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa.

*Tya*

Bagikan Artikel Ini