Munas-Konbes NU 2026 Resmi Ditutup, Prabowo Apresiasi Peran NU bagi Bangsa

4 Menit Baca

BANGKALAN, katamedia.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Kehadiran Presiden menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan laporan pelaksanaan Munas dan Konbes, dilanjutkan taujihad oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta doa bersama sebelum Presiden Prabowo memberikan sambutan dan secara resmi menutup Munas-Konbes NU 2026.

Dalam laporannya, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pembahasan dalam Munas dan Konbes telah berhasil diselesaikan sebagai bagian dari forum permusyawaratan strategis menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Dorong Ibu Rumah Tangga Banten Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif

“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus hadir menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara. Selain itu, PBNU memohon doa restu agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi umat serta bangsa.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Presiden mengaku memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak masa kecil dan selalu merasa nyaman berada di lingkungan Nahdliyin.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Pemprov Banten Siapkan SMK Percontohan Berbasis Industri di Serang dan Cikande

Presiden Prabowo menilai Nahdlatul Ulama memiliki karakter yang khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, semangat nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air telah menjadi bagian dari identitas NU sejak lama.

“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Presiden, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Presiden.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: IPDN Lahirkan Calon Pemimpin Bangsa dari Semua Kalangan

Penutupan Munas-Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Melalui penutupan Munas-Konbes NU 2026 tersebut, NU kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.

(BPMI SETPRES)

Bagikan Artikel Ini