MTQ XVII Tangsel Tak Sekadar Lomba Mengaji, Isu Kecerdasan Buatan Jadi Sorotan

4 Menit Baca

TANGSEL, katamedia.co.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII Tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan digelar pada 6-8 November 2026. Berbeda dari sekadar perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, penyelenggaraan tahun ini turut mengangkat berbagai persoalan aktual, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kegiatan yang dipusatkan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan tersebut menghadirkan sejumlah cabang perlombaan yang menggabungkan kemampuan keagamaan, wawasan keislaman, serta pemahaman terhadap tantangan kehidupan modern.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang Selatan, Chaerudin, mengatakan MTQ merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong umat Islam memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga perlu dipahami maknanya serta dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Melalui MTQ ini, kami ingin mendorong agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Chaerudin, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga :  Otorita Ibu Kota Nusantara Gelar Groundbreaking Tahap 4

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam MTQ XVII adalah masuknya isu kecerdasan buatan ke dalam materi perlombaan. Pada cabang Syarh Al-Qur’an, peserta akan membahas tema Al-Qur’an dan etika penggunaan teknologi di tengah perkembangan AI.

Selain itu, sejumlah persoalan lain turut diangkat, seperti pentingnya tabayun dan akhlak dalam bermedia sosial, ketahanan keluarga menghadapi disrupsi digital, hingga gerakan bersama dalam mengatasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Tema lainnya meliputi inovasi keuangan Islam berbasis teknologi, transparansi pemerintahan elektronik, ketahanan pangan, serta kerukunan antarumat beragama.

Berdasarkan ketentuan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel, MTQ tahun ini mempertandingkan 10 cabang utama, yakni Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Hafalan Al-Hadits, dan Qira’atul Kutub.

Baca Juga :  DLH Kota Tangerang Angkut 8.532 Ton Sampah Selama Periode Libur Lebaran 1447 H

Selain cabang utama, panitia juga menghadirkan sejumlah kategori eksibisi, di antaranya Tilawah ASN/TNI/Polri, Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara, serta Festival Seni Islami.

Inovasi lainnya terlihat pada kategori kaligrafi digital. Dalam perlombaan ini, peserta ditantang menghasilkan karya seni dengan memadukan ayat-ayat Al-Qur’an dan unsur visual melalui teknik digital painting, vector, maupun vexel.

Sementara itu, cabang KTIQ mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama. Pada tahap penyisihan, peserta diberikan waktu sembilan jam, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, untuk menyelesaikan karya tulisnya.

Enam peserta dengan perolehan nilai tertinggi, terdiri dari tiga putra dan tiga putri, selanjutnya berhak melaju ke babak final untuk mempresentasikan hasil karya masing-masing.

Untuk cabang Seni Baca Al-Qur’an, perlombaan dibagi ke dalam beberapa golongan, mulai dari tartil, anak-anak, remaja, dewasa, hingga disabilitas netra. Adapun cabang Hafalan Al-Qur’an mencakup kategori 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, serta hafalan 10, 20, dan 30 juz.

Baca Juga :  Pemprov Banten Bahas Perampingan Dua OPD Bersama Kemendagri

Sebagian besar cabang perlombaan dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni penyisihan dan final. Namun, terdapat pengecualian untuk cabang kaligrafi, tafsir, dan Qira’atul Kutub.

Dalam pelaksanaannya, LPTQ Kota Tangsel juga menetapkan sejumlah persyaratan administrasi bagi peserta. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui lembar kerja digital yang disediakan panitia serta secara langsung dengan melengkapi dokumen dalam bentuk cetak dan digital.

Persyaratan tersebut meliputi surat mandat yang ditandatangani camat, identitas kependudukan, sertifikat kejuaraan, salinan buku rekening atas nama peserta, serta pasfoto.

Chaerudin berharap pelaksanaan MTQ XVII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memperkuat syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Kota Tangerang Selatan.

Pemerintah Kota Tangsel juga berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi landasan moral dalam menyikapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, serta berbagai tantangan kehidupan di era digital.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini