Menaker: Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Jadi Strategi Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

2 Menit Baca

Medan – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Inilah langkah konkret bagaimana Kemnaker dapat menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi,” ujar Menaker Yassierli saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch I di BBPVP Medan, Selasa (21/4/2026).

PVN 2026 Batch I di BBPVP Medan menghadirkan 10 program pelatihan dari delapan kejuruan. Program tersebut meliputi Teknisi AC, Practical Office, Barista, Kitchen Management, Housekeeping Management, Surveyor, Operator Forklift, Las 6G, Instalasi Tenaga Listrik, serta Menjahit.

Baca Juga :  HUT Ke-75 Polda Metro Jaya, Kapolda Irjen Karyoto: Polri Terus Bertransformasi Untuk Indonesia Emas

Seluruh program pelatihan tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja, sehingga peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Menaker Yassierli juga meminta seluruh balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk terus memperluas akses pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam meningkatkan jumlah peserta pelatihan. Karena itu, ia mendorong seluruh kepala balai untuk aktif menjalin kerja sama dengan dunia industri.

Baca Juga :  Polda Jabar Hibahkan Shelter dan Fasilitas Sanitasi di Jalur Gede Pangrango

“Kalau dana kita terbatas, saya minta kepala balai menjalin kerja sama dengan industri. Dari situlah kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Menaker Yassierli menambahkan, target peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 mencapai 70 ribu orang. Pada Batch I, jumlah peserta tercatat sebanyak 10.405 orang yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Ia berharap program pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga memperluas peluang kerja dan mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri.

Baca Juga :  Andra Soni Tekankan Keselamatan Kerja sebagai Prioritas Dunia Usaha di Banten

*Biro Humas Kemnaker*

Bagikan Artikel Ini