Lomba Sekolah Sehat 2026, Tinawati Andra Soni Dorong Sekolah Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman

5 Menit Baca

TANGERANG, katamedia.co.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mendorong sekolah di Banten untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Menurutnya, budaya sehat yang diterapkan secara konsisten menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi berkarakter dan berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Tinawati saat meninjau pelaksanaan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 tingkat Provinsi Banten di SMA Negeri 2 Tangerang, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan itu, Tinawati bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melihat langsung berbagai penerapan budaya sekolah sehat, aman, dan nyaman di lingkungan sekolah tersebut.

Tinawati menjelaskan, LSS tidak semata-mata bertujuan menentukan sekolah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendorong seluruh sekolah agar mampu menerapkan budaya hidup sehat secara berkelanjutan.

Ia menilai penerapan budaya sehat memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan, kesehatan, olahraga, serta penguasaan sains dan teknologi merupakan sejumlah aspek yang perlu berjalan beriringan dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Baca Juga :  Silaturahmi Tanpa Batas, Perantau Sumatera Bagian Selatan Ramaikan Buka Puasa IKSBS Bandung

“Ini bukan sekadar mencari pemenang ya, kami di sini juga ingin memitigasi seluruh sekolah untuk budaya sehat kemudian daya nyaman, yaitu terutama BSAN yang memang ini adalah program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Provinsi Banten merupakan pionir atau pelopor yang melaksanakan implementasi tersebut,” ungkap Tinawati.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program kesehatan di sekolah, terlebih pemerintah saat ini memiliki program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu program prioritas.

“Ini sebetulnya bagaimana menjaga konsistensi daripada sekolah itu sendiri, budaya sehat. Apalagi ada program cek kesehatan gratis yang merupakan program prioritas dari pemerintah pusat,” katanya.

Dalam kunjungannya, Tinawati mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan SMA Negeri 2 Tangerang dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman. Ia berharap praktik baik tersebut dapat terus dipertahankan dan diterapkan secara luas oleh sekolah lainnya di Kota Tangerang.

“Ya mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan, bisa dilaksanakan terus kemudian ini juga menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain yang berada di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

Selain aspek kesehatan, Tinawati menilai faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik. Penguatan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan, kata dia, harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau kecerdasan intelektual. Kemampuan emosional, sikap saling menghargai, serta karakter dalam berinteraksi dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi anak.

“Bagaimana anak juga diajarkan untuk saling menghargai sesama temannya di sekolah, biar bagaimanapun mereka adalah duta-duta anti-perundungan terutama,” jelasnya.

Tinawati menambahkan, pendidikan karakter membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga dan sekolah. Lingkungan pendidikan yang sehat secara fisik dan kuat secara mental diharapkan dapat membantu mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh.

“Jadi pendidikan karakter itu juga penting. Salah satu penunjang ketahanan bangsa adalah anak-anak yang kuat secara mental,” tuturnya.

Baca Juga :  Pilar Sembelih Langsung Hewan Kurban

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tangerang Kukuh Wahyudi mengatakan, upaya menciptakan sekolah yang sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi telah menjadi bagian dari program sekolah sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada 2017.

Menurut Kukuh, sekolah harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta didik sehingga mereka dapat belajar dengan baik serta menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan.

“Memang kami ingin menjadikan sekolah kita menjadi sekolah yang aman, nyaman buat anak didik kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penciptaan sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Kolaborasi seluruh unsur, mulai dari tenaga pendidik, peserta didik, orang tua hingga berbagai pihak terkait, diperlukan agar lingkungan pendidikan benar-benar mampu mendukung tumbuh kembang anak.

“Sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi ini adalah bagian dari kita semuanya. Dari kita untuk kita, ke depan juga masa depannya untuk kita semuanya,” ujarnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini