TANGERANG, katamedia.co.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengapresiasi peran Sekolah Khusus (SKh) Mustika Tigaraksa dalam memberikan pendampingan dan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Apresiasi tersebut disampaikan saat melaksanakan Program PKK Mengajar Tahun 2026 di SKh Mustika Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati menilai SKh Mustika Tigaraksa memiliki kontribusi besar bagi masyarakat karena memberikan layanan pendidikan sekaligus pendampingan kepada anak berkebutuhan khusus agar mampu tumbuh mandiri dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Saya senang dan mengapresiasi kegiatan di SKh Mustika Tigaraksa. Meski memiliki lahan yang terbatas, sekolah ini mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Tinawati.
Pada kesempatan itu, Tinawati juga memantau pelaksanaan Program Sekolah Gratis dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di sekolah tersebut. Menurutnya, kedua program itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui akses pendidikan yang lebih merata dan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Ia menegaskan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Oleh karena itu, Program Sekolah Gratis diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang sama. Program Sekolah Gratis hadir untuk mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak,” katanya.
Kepala SKh Mustika Tigaraksa, Rini Novita Sari, mengungkapkan bahwa keikutsertaan sekolahnya dalam Program Sekolah Gratis memberikan dampak positif yang signifikan. Seluruh biaya pendidikan, termasuk SPP dan berbagai pungutan lainnya, kini telah dibebaskan bagi siswa.
Menurut Rini, kebijakan tersebut turut meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya sekolah hanya menerima dua hingga tiga siswa baru, pada tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 17 siswa.
“Alhamdulillah, tahun ini kami sudah ikut Program Sekolah Gratis. Semua biaya pendidikan sudah dibebaskan bagi siswa. Dampaknya sangat terasa karena jumlah pendaftar meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Saat ini SKh Mustika Tigaraksa memiliki 86 peserta didik yang didampingi oleh 16 tenaga pengajar. Para siswa berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.
Selain membantu meringankan beban orang tua, Program Sekolah Gratis juga memudahkan pihak sekolah dalam menyusun perencanaan kegiatan belajar mengajar. Kebutuhan operasional pendidikan dapat diproyeksikan dengan lebih baik sehingga proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Rini juga menyampaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya berjalan lancar. Koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berlangsung baik dan seluruh siswa menerima manfaat program tersebut tanpa kendala.
Dalam kegiatan PKK Mengajar, Tinawati menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program tersebut, TP PKK hadir tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga motivasi kepada para orang tua agar terus mendampingi anak-anak mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“PKK Mengajar adalah bagaimana di tingkat keluarga anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Setiap anak adalah istimewa dan harus didorong menjadi pribadi yang mandiri,” ungkapnya.
Turut mendampingi kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid. Ia menyambut baik pelaksanaan Program PKK Mengajar karena memberikan inspirasi bagi para kader PKK untuk terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Usai berdialog dengan para guru dan orang tua, Tinawati bersama Rismawati meninjau proses belajar mengajar di kelas. Keduanya juga berinteraksi langsung dengan para siswa, bernyanyi bersama, serta menyaksikan berbagai aktivitas pembelajaran yang berlangsung di SKh Mustika Tigaraksa. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Provinsi Banten.
*Hadi*




