BANTEN, katamedia.co.id – Program transportasi gratis Trans Banten semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui layanan Trans Banten Koridor 3 yang melayani rute UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMHB) Banten Ciceri–Terminal Pakupatan–Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari. Sejak diresmikan pada 4 Oktober 2025 bertepatan dengan HUT ke-25 Provinsi Banten, layanan ini telah dimanfaatkan oleh 187.783 penumpang.
Beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, Trans Banten menjadi pilihan transportasi bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum yang beraktivitas di Kota Serang.
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untirta, Cut Mutia Rahma, menilai kehadiran Trans Banten sangat membantu perjalanan menuju kampus. Selain akses halte yang mudah dijangkau, rute bus juga melewati sejumlah kawasan pendidikan sehingga perjalanan menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi pengeluaran untuk transportasi.
Di sisi lain, pengemudi Trans Banten, Agus Suryono, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna terus meningkat, terutama saat aktivitas perkuliahan berlangsung. Bus tujuan Untirta dari Terminal Pakupatan kerap dipenuhi penumpang, bahkan dalam satu perjalanan dapat mengangkut sekitar 60 orang. Pada akhir pekan, layanan ini juga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata maupun bepergian bersama keluarga.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Trans Banten dihadirkan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Banten menyediakan layanan transportasi publik yang mudah diakses dan bermanfaat bagi masyarakat. Koridor 3 menghubungkan berbagai pusat pelayanan publik dan kawasan pendidikan, seperti Polda Banten, BNN Provinsi Banten, KPU Provinsi Banten, BPBD Provinsi Banten, Labkesda Banten, RSUD Banten, Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Banten Jaya (UNBAJA), Poltekkes Kemenkes Banten, hingga Universitas Bina Bangsa (UNIBA).
Menurutnya, keberadaan Trans Banten bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya menggunakan transportasi massal serta membiasakan masyarakat melakukan transaksi non-tunai melalui kartu uang elektronik. Pemerintah Provinsi Banten berharap layanan tersebut terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
*Hadi*




