TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan menggandeng IBLAM School of Law dan Universitas Salakanagara (UNSAKA) untuk menyiapkan program pendidikan yang memberikan kesempatan kepada generasi muda melanjutkan kuliah sekaligus mengikuti magang kerja di Taiwan.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Blandongan, lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Sabtu (29/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kerja sama ini diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan peluang kerja internasional. Melalui program tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh pendidikan sekaligus pengalaman profesional di lingkungan kerja luar negeri.
Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan, Marhadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda, khususnya lulusan SMA, SMK, dan sederajat, yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengalaman kerja di Taiwan.
Konsep yang tengah disusun juga mempertimbangkan kemampuan pembiayaan peserta. Selain kewajiban memenuhi biaya perkuliahan sesuai ketentuan, akan dipertimbangkan mekanisme pembayaran yang memungkinkan biaya pendidikan dicicil setelah peserta bekerja dan memperoleh penghasilan di Taiwan.
Skema tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta untuk memperoleh pendidikan, pengalaman kerja, sekaligus membangun kemandirian finansial.
Namun, kesempatan tersebut tidak diberikan secara otomatis. Calon peserta nantinya akan melalui tahapan seleksi dan kurasi untuk memastikan mereka memiliki kesiapan akademik, keterampilan dasar, mental, serta komitmen mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan magang.
Persiapan peserta juga dilakukan sejak masih berada di Indonesia. Mereka direncanakan mengikuti pembekalan selama dua semester yang mencakup kemampuan bahasa, termasuk Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.
Selain kemampuan bahasa, pembekalan akan diarahkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan pekerjaan di Taiwan.
Penguasaan bahasa menjadi bagian penting karena peserta akan berhadapan dengan lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Oleh sebab itu, mereka juga perlu memahami etika serta aturan yang berlaku di negara tujuan.
Aspek legalitas dan perlindungan peserta menjadi perhatian dalam penyusunan program. Proses keberangkatan dan penempatan diharapkan dilakukan melalui mekanisme resmi dan transparan serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada peserta sekaligus meminimalkan risiko praktik penempatan ilegal maupun tawaran pendidikan dan pekerjaan yang tidak jelas.
Peluang program juga melihat kondisi demografi Taiwan yang mengalami peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Perubahan tersebut turut berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor dan dapat menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Program yang disiapkan tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMA dan SMK. Lulusan perguruan tinggi, mulai dari jenjang D3 hingga S1, juga berpeluang mengikuti program sesuai latar belakang pendidikan, kebutuhan institusi, serta bidang pekerjaan yang tersedia.
Melalui pengalaman kuliah dan magang di Taiwan, peserta diharapkan memperoleh kompetensi, pengalaman profesional, serta wawasan internasional yang dapat menjadi modal untuk membangun karier, baik ketika kembali ke Indonesia maupun ketika melanjutkan kiprah di pasar kerja global.
Kerja sama antara Kadin Tangsel, IBLAM School of Law, dan UNSAKA juga diharapkan memperkuat hubungan antara dunia usaha dan perguruan tinggi. Kadin memiliki peran dalam membuka akses serta jejaring dunia usaha, sedangkan institusi pendidikan mendukung aspek akademik dan peningkatan kompetensi peserta.
Pertemuan penyusunan MoU tersebut dihadiri Ketua Kadin Tangsel Marhadi, S.E., M.M., Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Kadin Tangsel Syafrinal Epy Dachlan, Prof. Dr. Rr. Anggraini, S.H., M.H., Guru Besar IBLAM sekaligus Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kerja Sama, serta Daelami Ahmad, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor Universitas Salakanagara.
Turut hadir Dr. Budi Mulia, M.Pd., Ketua APGAPI Tangsel, Deasy Widiantie, S.H., M.H., dari Tim Sosialisasi STIH IBLAM, serta peserta sosialisasi dari unsur MoU Hikari, STIH IBLAM, dan Universitas Salakanagara.
Penyusunan MoU ini menjadi tahap awal untuk membangun mekanisme kerja sama yang lebih terarah. Sejumlah aspek, mulai dari persyaratan peserta, pembiayaan, kurikulum, seleksi, penempatan magang hingga perlindungan hukum, selanjutnya akan dirumuskan secara lebih rinci.
Kadin Tangsel berharap kolaborasi tersebut dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda Tangsel untuk mendapatkan pendidikan sekaligus pengalaman kerja internasional.
Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi jalur keberangkatan ke Taiwan, tetapi mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, berpengalaman secara global, dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar kerja internasional.
*Hadi*




