Jalan Kampung Buluh Pandeglang Akan Dibangun, Andra Soni Respons Keluhan Warga

5 Menit Baca

PANDEGLANG, katamedia.co.id – Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, mendapat perhatian langsung dari Gubernur Banten Andra Soni. Ia meninjau kondisi jalan tersebut pada Rabu (12/8/2026) dan berdialog dengan warga untuk mengetahui kebutuhan di lapangan.

Andra Soni mengatakan, pemerintah tidak semestinya mengabaikan kebutuhan masyarakat hanya karena status jalan berada di bawah kewenangan kabupaten atau desa. Karena itu, Pemprov Banten akan mengambil langkah untuk membantu pembangunan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

“Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu, tapi saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan,” ungkap Andra Soni.

Menurutnya, pembangunan akan diusulkan melalui perubahan APBD 2026. Tahap awal ditargetkan mencakup sekitar 700 meter hingga 1 kilometer dan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan pada awal 2027.

“Insya Allah, Oktober 2026 akan kita bangun,” katanya.

Andra Soni meminta Dinas PUPR Banten berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk menentukan bagian jalan yang paling membutuhkan penanganan. Titik tanjakan yang sulit dilewati saat musim hujan menjadi salah satu prioritas, terlebih kondisi tersebut turut menghambat kendaraan yang menjalankan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  Tinjau SPPI 2026, Sekjen Kemhan Dorong Pendidikan Bela Negara Berkualitas

Selain jalan, kondisi tiga jembatan lama di kawasan tersebut juga diminta untuk diperiksa. Jika ditemukan kerusakan yang membutuhkan penanganan, perbaikan akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan jalan tidak mengorbankan fungsi drainase. Dengan rencana lebar jalan minimal empat meter, saluran air di depan rumah warga harus tetap berfungsi dengan baik.

Andra Soni menilai pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam membuka akses masyarakat dan menggerakkan perekonomian lokal. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Banten mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah.

“Sebagai perwakilan Pak Presiden di daerah, saya harus menerjemahkan itu dengan membangun jalan desa, agar menumbuhkan ekonomi setempat,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pada 2025 Pemprov Banten telah membangun sekitar 71 kilometer jalan desa menggunakan konstruksi beton serta sekitar 407 kilometer jalan lingkungan. Namun, pembangunan infrastruktur harus dilakukan bertahap karena cakupan wilayah Banten dan jumlah penduduk yang besar.

Baca Juga :  Demi Indonesia Emas, Tokoh Anak Cucu Pejuang di Banten Dukung RUU TNI

“Jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Jadi memang harus bersabar, harus pelan-pelan. Perlahan kita kerjakan,” katanya.

Masyarakat juga diminta memahami proses pembangunan, terutama saat pengerjaan jalan menggunakan beton. Andra Soni mengingatkan agar ruas yang baru dicor tidak dilalui selama masa pengeringan sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Beton itu perlu waktu untuk kering 28 hari nggak boleh diinjak, supaya tahan berpuluh-puluh tahun,” ujarnya.

Kepala Desa Cijaralang Sa’i mengapresiasi langkah Gubernur Banten yang datang langsung ke wilayahnya dan mendengarkan persoalan yang selama ini disampaikan masyarakat.

“Kebahagiaan bagi kami selaku masyarakat Desa Cijaralang. Harapan kami ini adalah bukan hanya mimpi. Mungkin kami dari tahun berapa sampai sekarang hanya mengangan-angankan ingin ada pemimpin yang duduk di desa kami, tapi ini sekelas Gubernur, Alhamdulillah. Ini mungkin perdana, hanya Bapak Andra Soni yang bisa singgah di desa kami,” ujar Sa’i.

Sa’i berharap kunjungan tersebut menjadi awal terealisasinya pembangunan jalan yang telah lama diharapkan warga, khususnya ruas Cikadu-Cengkok yang diusulkan memiliki panjang sekitar 3.600 meter.

Baca Juga :  Roadshow Perdana Media Pers, SMSI Banten Lakukan Pendataan Anggota

“Harapan kami semoga pada hari ini membawa mimpi kami menjadi kenyataan, Itu harapan kami yang sangat kami harapkan,” katanya.

Tokoh pemuda Kampung Buluh, Mansur, menuturkan persoalan jalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mengatakan kondisi serupa sudah dirasakan sejak dirinya masih bersekolah, ketika warga harus berjalan kaki melewati jalan yang sulit dan rawan terjatuh.

“Dan saya sudah berusia, genap pada tahun ini 40 tahun dan 40 tahun seperti ini saja jalannya Bahkan masa-masa kami sekolah pun jalan kaki sampai sering jatuh,” ungkapnya.

Mansur menyebut kedatangan Gubernur Banten menjadi momen penting bagi warga Kampung Buluh. Ia berharap rencana pembangunan jalan benar-benar terealisasi karena akses tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat.

“Harapan kami ke Bapak, satu-satunya sebagai orang tua kami hari ini kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak Gubernur dan langsung akan membangun jalan kami,” ujarnya.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini