Farhan Tinjau Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik di Kota Bandung

3 Menit Baca

‍Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kota Bandung yang berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Peninjauan tersebut dilakukan saat Farhan menghadiri kegiatan di SMP Negeri 1 Bandung,Kamis (9/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Farhan menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas pendidikan secara nasional dan bukan sebagai penentu kelulusan siswa.

“TKA ini adalah alat ukur kemampuan akademik siswa secara nasional. Hasilnya menjadi semacam rapor bagi kita semua untuk melihat kualitas pendidikan, tetapi bukan penentu lulus atau tidaknya anak-anak,” ujarnya.

Farhan menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan TKA di Kota Bandung berjalan dengan baik. Seluruh infrastruktur pendukung seperti jaringan internet dan perangkat ujian berada dalam kondisi optimal.

Baca Juga :  Banten Tembus Delapan Besar Lumbung Beras Nasional, Andra Soni Apresiasi Kinerja Petani

“Alhamdulillah, secara infrastruktur semua berjalan lancar. Tidak ada kendala, baik dari sisi jaringan maupun perangkat. Pelaksanaan juga dibagi dalam beberapa gelombang untuk memastikan kelancaran,” ungkapnya.

Selain meninjau pelaksanaan TKA, Farhan juga menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia (AKSI) Kota Bandung, termasuk Ketua DPC AKSI Kota Bandung, Suratman.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas akademik sekaligus membentuk karakter siswa.

“Sebagai kepala sekolah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk membina anak-anak agar tidak tumbuh dengan mentalitas yang mengarah pada kekerasan,” tegas Farhan.

Baca Juga :  Kota Bandung Perkuat Layanan Adminduk Digital Lewat Integrasi IKD

Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari potensi tawuran pelajar hingga dampak disrupsi digital yang semakin luas.

“Disrupsi digital membuka akses pengetahuan yang luas bagi anak-anak kita. Namun di sisi lain, tanpa filter yang memadai, mereka juga terekspos pada konten negatif,” jelasnya.

Farhan juga menyoroti hasil survei Dinas Kesehatan Kota Bandung yang menunjukkan adanya sekitar 60 hingga 70 ribu siswa dari tingkat SD hingga SMA yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari stres ringan hingga depresi berat.

Sebagai upaya menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program pembinaan, termasuk melibatkan unsur TNI dan Polri dalam membina siswa kelas 8 dan 9.

Baca Juga :  5 Terbaik Tingkat Nasional, Kabupaten Serang jadi Pilot Project Percepatan Penurunan AKI

Program itu bertujuan membentuk kedisiplinan, pengendalian diri, dan ketahanan mental siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

“Kita ingin memastikan anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu mengendalikan diri, serta memiliki nilai-nilai moral yang baik,” katanya.

Farhan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan para kepala sekolah dapat terus diperkuat demi mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

(Bur)

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini