Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Meningkat di Awal 2026

4 Menit Baca

Serang Banten, katamedia.co.id – Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan pertama 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,61 persen. Pertumbuhan ini turut diikuti perbaikan kondisi ketenagakerjaan, ditandai meningkatnya jumlah penduduk bekerja dan menurunnya tingkat pengangguran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Banten juga mengalami ekspansi sebesar 1,01 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter) dibandingkan triwulan IV tahun 2025. Hal tersebut disampaikannya di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/5/2026).

Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010. Struktur ekonomi masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen, diikuti sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan yang secara keseluruhan menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif Jadi Senjata Tangsel, Pilar Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Tertib Izin

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen secara tahunan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh musim panen dan meningkatnya aktivitas produksi.

Selain itu, sektor berbasis mobilitas masyarakat juga menunjukkan kinerja signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 15,29 persen, sementara sektor transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan turut mencatat pertumbuhan sebesar 5,58 persen.

Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi faktor musiman. Sektor pertanian mengalami lonjakan sebesar 27,53 persen, diikuti sektor akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya konsumsi masyarakat, aktivitas pariwisata, serta distribusi logistik pada awal tahun.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni: MTQ Investasi Jangka Panjang Membangun Masyarakat Religius

Seiring pertumbuhan ekonomi tersebut, kondisi ketenagakerjaan di Banten juga menunjukkan perbaikan. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,59 persen atau turun 0,05 poin dibandingkan Februari 2025.

Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang, meningkat sebanyak 26,02 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah pengangguran menurun menjadi sekitar 411 ribu orang.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor pertanian dengan tambahan sekitar 99 ribu orang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam membuka lapangan kerja baru.

Di sisi lain, sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten, mencerminkan struktur ekonomi yang masih bertumpu pada sektor-sektor tersebut.

Meski serapan tenaga kerja meningkat, kualitas pekerjaan masih menjadi perhatian. Proporsi pekerja formal pada Februari 2026 tercatat sebesar 52,19 persen, menurun sekitar 1,18 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian tenaga kerja masih berada di sektor informal.

Baca Juga :  Rakernas APDESI Merah Putih di Banten, Andra Soni Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Namun demikian, indikator jam kerja menunjukkan perbaikan. Sebanyak 78,40 persen pekerja merupakan pekerja penuh waktu, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring menurunnya pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada awal 2026 mulai memberikan dampak positif terhadap pasar tenaga kerja. Kuatnya sektor pertanian, meningkatnya aktivitas jasa seperti akomodasi dan transportasi, serta stabilnya sektor perdagangan dan industri menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan serapan tenaga kerja di Banten.

“Ke depan, peningkatan kualitas pekerjaan, khususnya melalui perluasan sektor formal, menjadi tantangan agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini