Disperindag dan KADIN Tangsel Bahas Strategi Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional

4 Menit Baca

Ciputat, katamedia.co.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tangerang Selatan bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan membahas berbagai strategi untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional melalui penguatan kolaborasi, digitalisasi, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi dan silaturahmi yang digelar di Gedung 3 Lantai 1 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua KADIN Tangsel Marhadi, SE., MM., Kepala Disperindag Kota Tangsel M. Hardi, Sekretaris Disperindag Rizqiyah, S.Ag., M.Si. beserta jajaran kepala bidang, Wakil Ketua Umum (WKU) Kerja Sama Antar Lembaga dan Bantuan Hukum Syafrinal Dachlan, WKU Bidang Perdagangan Mahludin, jajaran Komite Tetap (Komtap), serta Bidang Media KADIN Tangsel dan Direktur Eksekutif Kadin Tangsel Medi Sumaidi S.H.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan sejumlah program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas pasar tradisional. Selain digitalisasi pasar, pembahasan juga mencakup penguatan UMKM, peningkatan daya saing industri lokal, hingga penataan kawasan perdagangan agar lebih tertata dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Terdampak Banjir, Pilar Tinjau Warga dan Berikan Bantuan

Ketua KADIN Tangsel Marhadi mengatakan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan hasil pertemuan KADIN bersama Wali Kota Tangerang Selatan agar kepengurusan KADIN membangun sinergi dengan seluruh organisasi perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.

“Kami juga memperkenalkan kepengurusan KADIN Tangsel periode 2025-2030 yang telah definitif. Yang paling penting, kami ingin membangun kolaborasi nyata melalui program-program yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Marhadi.

Ia menjelaskan, salah satu program prioritas yang ditawarkan adalah digitalisasi pasar tradisional melalui platform digital yang memungkinkan pedagang memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memudahkan konsumen mengakses kebutuhan mereka.

Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan etalase digital bagi pedagang, tetapi juga didukung pembaruan harga komoditas secara berkala, jaringan internet, hingga akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin pasar tradisional ikut bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Pedagang tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung, tetapi juga bisa menjangkau konsumen melalui platform digital,” katanya.

Baca Juga :  Azzari Jayabaya Dorong Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kota Tangerang Selatan Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah

Marhadi menambahkan, KADIN Tangsel juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perbankan guna membuka akses pembiayaan bagi pedagang pasar dan UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang.

Selain itu, KADIN menawarkan kerja sama dalam pembinaan pelaku usaha, pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tangerang Selatan M. Hardi menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan KADIN. Menurutnya, dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat program pemerintah daerah di sektor perdagangan.

Ia menilai digitalisasi pasar merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar kembali berbelanja di pasar rakyat.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi. Yang terpenting, program yang dibangun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel: Kadin Mitra Strategis Pemerintah untuk Dorong Ekonomi Daerah

Hardi juga mengusulkan agar kerja sama tersebut diawali melalui proyek percontohan (pilot project) di Pasar Ciputat yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pasar modern berbasis digital.

Selain membahas digitalisasi, kedua pihak juga berdiskusi mengenai penataan pedagang, optimalisasi ruang usaha yang belum dimanfaatkan, peluang pembentukan sentra usaha kreatif, hingga pengembangan kawasan perdagangan yang lebih tertata.

Sebagai tindak lanjut, KADIN Tangsel menyatakan siap membentuk tim teknis bersama Disperindag untuk menyusun langkah implementasi, mulai dari survei lapangan hingga penyusunan konsep kerja sama.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan membentuk tim koordinasi dan melakukan peninjauan ke Pasar Ciputat sebagai lokasi awal yang diproyeksikan menjadi proyek percontohan digitalisasi pasar di Kota Tangerang Selatan.

Melalui sinergi tersebut, Disperindag dan KADIN Tangsel berharap dapat memperkuat ekosistem perdagangan, mempercepat transformasi digital UMKM, meningkatkan daya saing industri lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini