Buka Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026, Andra Soni Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Banten

5 Menit Baca

TANGERANG, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan infrastruktur pertanian, pembangunan jaringan irigasi, serta konektivitas jalan desa menuju pasar.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/11/2026).

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan.

Menurutnya, ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan kemandirian ekonomi, keberlangsungan usaha petani dan peternak, serta kemampuan bangsa dalam mengelola sumber daya dan teknologi secara mandiri.

“Ketahanan pangan adalah kedaulatan ekonomi, keberlangsungan hidup petani dan peternak, serta kemampuan bangsa mengelola sumber daya dan teknologinya sendiri,” kata Andra Soni.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Banten adalah meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, terutama melalui pembangunan jaringan irigasi.

Sepanjang 2025, Pemprov Banten telah membangun tujuh daerah irigasi dengan total panjang mencapai 6,90 kilometer. Infrastruktur tersebut mampu mendukung pengairan lahan pertanian seluas 881,28 hektare dengan anggaran sebesar Rp48,91 miliar.

Baca Juga :  Pemprov Banten Raih WTP ke-10, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Baik

Selain menggunakan anggaran daerah, pembangunan infrastruktur pertanian juga didukung pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Melalui dukungan tersebut, sebanyak 12 daerah irigasi berhasil dibangun dengan panjang mencapai 81,80 kilometer. Jaringan tersebut memiliki cakupan layanan untuk lahan pertanian sekitar 9.259 hektare.

Andra Soni menyebut, berbagai upaya tersebut turut meningkatkan indeks layanan irigasi di Provinsi Banten dari sebelumnya 52,5 persen menjadi 62,45 persen.

“Hasilnya, alhamdulillah, indeks layanan irigasi Banten meningkat dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen,” tuturnya.

Selain memperkuat jaringan pengairan, Pemprov Banten juga berupaya memperlancar distribusi hasil pertanian melalui pembangunan infrastruktur jalan desa.

Salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki akses transportasi dari kawasan pertanian menuju pasar sehingga biaya pengangkutan dapat ditekan, distribusi hasil panen lebih cepat, serta potensi kehilangan hasil pertanian dapat dikurangi.

Pada 2025, Pemprov Banten telah menyelesaikan pembangunan 62 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang sekitar 71 kilometer.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni Minta Jajaran Pemprov Banten Responsif terhadap Keluhan dan Kebutuhan Warga

Sementara pada 2026, pembangunan dilanjutkan dengan menyasar 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer.

Andra Soni berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyambut penyelenggaraan Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, petani, peternak, investor, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian dan peternakan.

Ia berharap pameran tersebut tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi mampu menghasilkan kerja sama nyata, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, dan memperluas kemitraan yang memberikan manfaat bagi petani maupun peternak.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat besar bagi petani,” ujar Andra Soni.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, menilai sektor pertanian dan peternakan perlu terus dikembangkan menjadi industri modern.

Menurutnya, pengelolaan sektor tersebut harus mampu menghasilkan produk secara efisien, berkelanjutan, serta memiliki daya saing yang kuat. Karena itu, pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan metode produksi konvensional, tetapi perlu didukung teknologi dan inovasi.

Baca Juga :  Andika Hazrumy: Amankan Perintah DPP Golkar Soal Safari Ramadan

“Untuk itu, pengembangan pertanian dan peternakan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola produksi konvensional,” kata Sudaryono.

Sudaryono yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi salah satu pendorong peningkatan permintaan produk pertanian dalam negeri.

Ia optimistis kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani dan pelaku industri pertanian nasional.

“Permintaan hasil pertanian akan meningkat setelah ada program MBG,” tuturnya.

Sebagai informasi, Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono, Gubernur Banten sekaligus Ketua DPD HKTI Banten Andra Soni, serta Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhammad. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan sektor pertanian serta peternakan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini