Banten Menuju Lumbung Pangan, Wagub Dimyati Dorong Kolaborasi Semua Pihak

3 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi Banten mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan. Upaya itu dinilai membutuhkan keterlibatan pemerintah, petani, akademisi, pelaku industri, masyarakat, hingga media.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Food Security Symposium 2026 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Aston Serang, Curug, Kota Serang, Senin (21/9/2026).

Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan simposium yang menjadi ruang bertukar gagasan mengenai ketahanan dan kemandirian pangan. Menurutnya, forum seperti ini dapat menghasilkan berbagai masukan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun para pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Andra Soni Paparkan Program Bang Andra dan Sekolah Gratis di Forum Nasional Pengentasan Kemiskinan

“Kegiatan ini sangat baik sebagai wadah diskusi untuk menghasilkan referensi bagi pemerintah, petani, masyarakat, pemangku kepentingan industri, dan juga media guna membangun kolaborasi yang konstruktif,” ungkap Wagub Dimyati.

Ia mengatakan, penguatan kerja sama antarpihak menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang mandiri di Banten. Dengan dukungan berbagai sektor, upaya peningkatan produksi dan ketahanan pangan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tujuannya agar tercipta kemandirian pangan dan Banten dapat menjadi lumbung pangan demi kesejahteraan masyarakat. Itu kunci utamanya,” tambahnya.

Baca Juga :  Fluktuasi Harga Jelang Idul Adha, Pemprov Banten Intensifkan Pengawasan

Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman mengatakan Food Security Symposium 2026 merupakan kegiatan berskala internasional yang menitikberatkan pada riset serta pengembangan ketahanan pangan.

Ia menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten sekaligus mendukung agenda pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan.

“Saya kira kegiatan ini selaras dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan yang juga menjadi program prioritas pemerintah pusat,” katanya.

Food Security Symposium 2026 dilaksanakan secara hibrida dan diikuti 180 peserta. Pesertanya berasal dari kalangan dosen, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga :  Atasi Banjir Kota Serang, Andra Soni Percepat Normalisasi Sungai Cibanten

Beberapa di antaranya berasal dari Untirta, Universitas Andalas, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Aisyah Jakarta.

Melalui forum tersebut, penguatan riset dan pertukaran pengetahuan diharapkan dapat mendukung langkah bersama dalam membangun ketahanan pangan sekaligus mendorong Banten menuju daerah yang mampu menjadi lumbung pangan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini