SERANG, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat strategi untuk meningkatkan kesiapan dan serapan tenaga kerja, terutama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni pengembangan skema pemantapan kompetensi dan pemagangan industri bagi siswa SMK melalui kolaborasi dengan Gyokai Indonesia Kompeten, lembaga yang bergerak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten terus mencari pola yang tepat agar potensi lulusan SMK dapat dikembangkan secara maksimal sekaligus memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, kesiapan tenaga kerja lokal menjadi hal penting untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, penguatan kompetensi siswa SMK perlu dilakukan sejak sebelum mereka memasuki dunia kerja.
Upaya tersebut juga telah diselaraskan dengan Program Sekolah Gratis yang sebagian besar penerima manfaatnya merupakan siswa SMK.
“Program Sekolah Gratis ini sangat membantu dalam pemenuhan standar sertifikasi serta pelatihan bahasa asing yang kerap menjadi syarat utama dari pihak industri. Kami terus mendorong agar kapasitas anak didik SMK kita meningkat,” ujar Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).
Andra menyambut baik rencana Gyokai Indonesia Kompeten untuk bersinergi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai kebutuhan industri.
“Semoga niat baik kita bersama dimudahkan dan diberikan kekuatan untuk merealisasikan rencana ini,” tambahnya.
CEO Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan pada penempatan kerja secara nyata melalui program pemagangan. Menurutnya, lulusan SMK perlu memiliki pengalaman praktis sebagai bekal sebelum memasuki dunia profesional.
Ia menilai pengalaman kerja menjadi salah satu faktor penting karena dalam proses rekrutmen, sejumlah perusahaan mensyaratkan pengalaman sebelum memberikan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
“Melalui program magang inilah, para lulusan SMK akan mendapatkan pengalaman riil yang sangat dibutuhkan oleh industri. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya di lapangan,” ungkap Teguh.
Sebagai bagian dari persiapan program, Gyokai Indonesia Kompeten telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten serta sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berada di wilayah Banten.
Ke depan, pelaksanaan program tersebut akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten.
Koordinasi lintas sektor itu diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, pelatihan, pemagangan, hingga kebutuhan tenaga kerja industri.
Dengan skema tersebut, Pemprov Banten berupaya memastikan lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah dan kemampuan teoritis, tetapi juga sertifikasi, keterampilan praktis, serta pengalaman kerja yang relevan sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja.
*Hadi*




