Andra Soni: Banten Siap Kembangkan Energi dari Sampah di Tangerang Raya dan Serang Raya

3 Menit Baca

Serang Banten, katamedia.co.id. – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis energi, khususnya melalui program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan rombongan praktisi pengolahan sampah dari PT Solusindo Sampah Energi di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).

“Provinsi Banten mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat untuk PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) untuk Tangerang Raya dan Serang Raya,” ucapnya.

Menurut Andra Soni, pengembangan PSEL di Tangerang Raya mengalami penyesuaian seiring meningkatnya potensi sampah. Wilayah tersebut direncanakan akan dibagi menjadi dua lokasi, termasuk Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Banten Festival Teknologi 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Unjuk Inovasi

“Karena pertimbangan ke depan, Kabupaten Tangerang juga ingin punya PSEL sendiri,” ucapnya.

Ia menjelaskan, PSEL di Serang Raya akan mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sementara itu, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang hingga saat ini belum memiliki fasilitas PSEL.

“Provinsi Banten tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir,) sampah. Pengelolaan dan pengolahan sampah ada di kabupaten dan kota karenanya bisa narik retribusi sampah,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten Wawan Gunawan menambahkan, kedatangan PT Solusindo Sampah Energi bertujuan untuk memaparkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap.

Baca Juga :  Pecalang dan Polri Bersinergi, Hari Kedua Pujawali Piodalan Berjalan Tertib

“Perusahan itu sudah melakukan kajian di Kawasan Industri Petrokimia, Kota Cilegon,” jelasnya.

“Tinggal komitmen perusahaan dengan calon pembeli atau pemakai (offtaker) uap yang dihasilkan,” ucap Wawan menambahkan.

Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi Mahathir menjelaskan pihaknya menggunakan teknologi asal Jepang, Kanadevia, dalam pengolahan sampah menjadi energi uap yang telah diterapkan di Jepang, Uni Emirat Arab, India, dan Singapura.

“Teknologi ini tidak perlu pemilahan,” ungkapnya.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah karena tidak memerlukan biaya tambahan untuk lahan penyimpanan serta menghasilkan residu yang relatif kecil.

Baca Juga :  Pemprov Banten Siap Layani Aspirasi Masyarakat Adat Baduy

“Asap pembakaran bisa ditangkap untuk diolah menjadi gas metan atau bahan bakar dari plastik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Head of System Innovation Section Social System Division National Institute for Environmental Studies (NIES) Profesor Minoru Fujii turut memaparkan keunggulan teknologi tersebut, termasuk efisiensi biaya dibandingkan gas bumi dan batu bara serta lebih ramah lingkungan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini