Andra Soni Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Swasembada Jagung di Banten

3 Menit Baca

katamedia.co.id

Serang Banten– Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produksi jagung di Provinsi Banten. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para petani dinilai menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya swasembada jagung di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki dalam kegiatan tanam jagung kuartal I tahun 2026 di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Evaluasi Gubernur Banten, Pendapatan Daerah Tangsel Jadi Sorotan TAPD–Banggar

Dalam keterangannya, Andra Soni mengungkapkan bahwa Provinsi Banten saat ini telah berhasil mencapai swasembada beras dan menempati posisi kedelapan sebagai penyumbang produksi beras secara nasional. Meski demikian, untuk komoditas jagung masih diperlukan upaya yang lebih besar serta dukungan dari berbagai pihak.

Menurutnya, kebutuhan jagung di Provinsi Banten cukup tinggi, terutama untuk menyuplai 12 industri pakan yang beroperasi di wilayah tersebut. Selama ini, pasokan jagung masih banyak didatangkan dari luar daerah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memperluas luas tanam jagung melalui sinergi dengan TNI dan Polri. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan milik Perhutani serta mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang tersebar di berbagai wilayah Banten.

Baca Juga :  H-5 Lebaran, Gubernur Andra Soni Tinjau Kelancaran Arus Mudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa pada kuartal I tahun 2026, Polda Banten menargetkan penanaman jagung seluas 199 hektare yang tersebar di wilayah hukum Polda Banten. Khusus di Kecamatan Kopo, penanaman dilakukan di lahan seluas 6 hektare dengan target produktivitas mencapai 8 ton per hektare.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2026 jajaran Polda Banten menargetkan penanaman jagung hingga 2.292 hektare. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai dalam rangka mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan di Provinsi Banten.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Camilan, Spesial Bolen Hadirkan Momen Manis

Polda Banten juga mengimbau para petani untuk mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur, mengingat nilai ekonomis jagung yang cukup menjanjikan. Saat ini kebutuhan industri pakan di Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni turut menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani setempat berupa 20 sak pupuk NPK, 150 liter pupuk hayati cair, 16 kilogram benih jagung, serta 40 liter herbisida guna mendukung kelancaran masa tanam.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini