Serang Banten – Pemerintah Provinsi Banten bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten terus menggencarkan sosialisasi terkait HIV/AIDS hingga seluruh daerah. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang benar mengenai pencegahan, penularan, serta penanganan HIV/AIDS. Menurutnya, kurangnya informasi yang tepat masih menjadi salah satu penyebab munculnya stigma di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Tinawati saat memberikan edukasi kepada kader PKK dari delapan kabupaten/kota di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jumat (24/4/2026).
“Hari ini Tim Penggerak PKK bersama delapan kabupaten/kota mengikuti kegiatan edukasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, sekaligus sosialisasi terkait isu HIV/AIDS,” ujar Tinawati.
Ia menegaskan, masyarakat harus menjauhi virus HIV/AIDS, bukan menjauhi penderitanya.
“Jauhi virusnya, jangan orangnya,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Baby Rivona, mengatakan persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat berdampak pada meningkatnya kekerasan terhadap perempuan.
Karena itu, pihaknya mendorong integrasi informasi HIV/AIDS dengan layanan penanganan kekerasan, termasuk mencegah diskriminasi dalam pelayanan serta memastikan sistem rujukan berjalan optimal.
“Salah satu upaya yang ingin kami lakukan di Banten adalah mengintegrasikan informasi HIV/AIDS dengan layanan pendampingan yang ada,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Banten berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat, disertai tumbuhnya sikap empati dan kepedulian terhadap para penyintas.
*Red*




