Pemprov Banten Sambut Seba Baduy 2026, Tradisi Luhur Penjaga Alam dan Budaya

3 Menit Baca

SERANG BANTEN  -Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Seba Baduy 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026). Tradisi tahunan masyarakat adat Baduy tersebut akan diikuti sekitar 2.000 warga yang datang untuk melaksanakan ritual sekaligus bersilaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Dimyati menyampaikan bahwa masyarakat Baduy merupakan bagian dari keluarga besar Banten yang konsisten menjaga nilai-nilai luhur kehidupan. Menurutnya, masyarakat Baduy menjadi teladan dalam menjaga alam, budaya, adat istiadat, kedisiplinan, serta menjalani kehidupan sederhana yang berlandaskan pertanian dan keyakinan kuat.

“Baduy adalah saudara kita. Mereka menjaga alam, budaya, adat istiadat, disiplin, hidup dari usaha bertani, serta memiliki keyakinan yang kuat. Itu yang harus kita teladani,” ujar Dimyati.

Baca Juga :  <em>Bupati Serang Dorong Optimalisasi PTSL</em>, Sudah <em>Tercapai 18.818 Sertifikat</em>

Ia menambahkan, kehidupan masyarakat Baduy yang jauh dari ketergantungan terhadap teknologi modern menjadi contoh penting dalam menjaga keseimbangan hidup dan kelestarian lingkungan.

“Mereka tidak tergoda gaya hidup berlebihan. Fokus menjaga alam, hutan, sungai, dan kehidupan yang harmonis. Ini selaras dengan semangat pembangunan lingkungan yang asri,” katanya.

Dimyati juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk menjaga kelestarian masyarakat Baduy dengan tetap menghormati adat istiadat dan keinginan mereka. Pemerintah, lanjutnya, hadir untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat Baduy tanpa mengganggu tatanan adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Baca Juga :  Banten Siap Jadi Tuan Rumah Peluncuran Gerakan Lansia Berdaya 2025

“Yang utama adalah menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan dasar mereka agar tetap hidup tenang dan sejahtera,” ujarnya.

Seba Baduy merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Suku Baduy atau Urang Kanekes di Kabupaten Lebak yang dilaksanakan setiap tahun setelah panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

Sebelum menuju Kota Serang, masyarakat Baduy terlebih dahulu melaksanakan Seba kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Kota Serang untuk melaksanakan Seba kepada Gubernur Banten, Andra Soni, yang disebut sebagai “Bapak Gede”.

Perjalanan tersebut ditempuh dengan berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang sebagai simbol ketulusan, kesederhanaan, dan ketaatan terhadap adat.

Baca Juga :  Demi Indonesia Emas, Tokoh Anak Cucu Pejuang di Banten Dukung RUU TNI

Rangkaian Seba Baduy 2026 berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (26/4/2026). Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan Pasar Kerajinan Baduy dan UMKM serta diskusi budaya yang membahas peran masyarakat Baduy dalam menjaga ekosistem. Malam harinya, panggung hiburan diisi pertunjukan seni dari Arkaistone, Hiart Dance Company, dan Ubrug Seniki Cilegon.

Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4/2026), masyarakat Baduy tiba di Kota Serang dan disambut melalui Karnaval “Rampak Seba Nusantara”.

Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Minggu (26/4/2026) dengan tradisi Mumuluk atau sarapan bersama, dilanjutkan pelepasan menuju Seba Panungtung di Pendopo Kabupaten Serang.

,*red*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini