Iqbal Irsyad: Bahasa Jurnalistik Harus Padat, Jelas, dan Terverifikasi

2 Menit Baca

CIPUTAT, katamedia.co.id – Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media 2026 berlangsung di Ballroom Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan praktisi media nasional guna memperkuat pemahaman peserta tentang kerja jurnalistik profesional di era digital.

Pemimpin Redaksi VOI.id, Iqbal Irsyad, menegaskan bahwa bahasa jurnalistik harus hemat, padat, dan jelas.

“Bahasa jurnalistik itu hemat, padat, dan jelas. Informasi harus langsung ke pokok persoalan, tidak bertele-tele, serta mudah dipahami publik,” ujarnya.

Ia menyebut derasnya arus informasi digital membuat berita menyebar secara cepat dan real time. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme.

Baca Juga :  HUT Koran Tangerang Raya dan HPN 2026, Dimyati Soroti Peran Strategis Pers

“Apa pun yang ditulis bisa langsung tersebar luas, bahkan viral. Karena itu, wartawan harus memahami proses jurnalistik secara benar dan utuh,” katanya.

Iqbal menekankan bahwa jurnalistik bukan sekadar menulis berita, melainkan proses yang mencakup pengumpulan data, penulisan, penyuntingan, verifikasi, hingga publikasi.

“Journalism itu berita plus publikasi. Jika hanya dicatat tanpa dipublikasikan, itu sekadar catatan pribadi. Jurnalistik harus melalui proses dikumpulkan, ditulis, ditafsirkan, lalu disebarkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya manajemen redaksi dalam menjaga kualitas pemberitaan. Menurutnya, pemimpin redaksi memegang tanggung jawab tertinggi terhadap seluruh produk jurnalistik yang diterbitkan dan wajib memiliki kompetensi, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Baca Juga :  Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti Jalan Sehat HPN 2026 di Banten

Di sejumlah perusahaan media, setiap naskah bahkan harus melalui beberapa tahap verifikasi sebelum tayang.

“Minimal tiga kali verifikasi sebelum berita dipublikasikan. Setiap media memiliki standar masing-masing, namun prinsipnya sama, memastikan informasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pelatihan ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak memahami kualifikasi serta keterampilan yang harus dimiliki wartawan di era media daring, sekaligus memperkuat peran pers dalam membangun ekosistem informasi yang kredibel dan berimbang.

(*Hadi*)

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini