Semarak HPN 2026, Pelatihan Jurnalistik Libatkan Guru dan ASN di Tangsel

3 Menit Baca

Ciputat, katamedia.co.id. -Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media 2026 digelar di Ballroom Blandongan, Puspemkot Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-13 Tangerang Raya dan Hari Pers Nasional (HPN), dengan melibatkan guru serta aparatur sipil negara (ASN) sebagai peserta utama.

Acara tersebut menghadirkan Ketua Umum Forum Pimred Multimedia, Bernadus Wilson Lumi, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Bernadus menekankan pentingnya pemahaman jurnalistik bagi guru dan ASN di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, literasi media menjadi kebutuhan mendesak, khususnya bagi tenaga pendidik dan aparatur pemerintah yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Baca Juga :  Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti Jalan Sehat HPN 2026 di Banten

“Menulis itu bisa dilakukan siapa saja. Tidak harus melalui pendidikan khusus untuk menjadi penulis. Termasuk wartawan, itu bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau belajar dan berlatih,” ujar Bernadus di hadapan peserta.

Ia menjelaskan, bagi guru, keterampilan jurnalistik dapat meningkatkan literasi media siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi akademik, tetapi juga sebagai pendidik karakter serta penyampai informasi publik yang benar dan bertanggung jawab.

“Seorang guru tidak serta-merta hanya mengajar di depan kelas. Guru juga menyampaikan nilai, etika, dan cara bersikap kepada masyarakat. Itu bagian dari pendidikan literasi,” katanya.

Sementara itu, bagi ASN, kemampuan jurnalistik dinilai penting dalam menyampaikan kebijakan publik secara efektif, transparan, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan pemahaman dasar jurnalistik, ASN diharapkan mampu mengemas informasi resmi instansi menjadi lebih komunikatif tanpa mengurangi substansi.

Baca Juga :  Lomba Senam Kreasi Nasional 2026, Banten Tampilkan Batik Tapak Kebo

Bernadus yang memiliki latar belakang dunia pendidikan sebelum terjun ke jurnalistik menyebut profesi wartawan dan guru memiliki irisan kuat dalam aspek edukasi.

“Saya merasa tidak salah menjadi wartawan. Ketika menjadi wartawan, saya kembali seperti menjadi guru. Kita menyampaikan materi, membimbing, dan memberi pemahaman kepada publik,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, ia juga mengangkat pertanyaan mendasar mengenai pentingnya pemahaman jurnalistik bagi guru dan ASN. Setidaknya ada tiga alasan utama, yakni peran sebagai penyampai informasi publik, peningkatan literasi media di lingkungan kerja dan pendidikan, serta penguatan komunikasi kebijakan yang akurat dan beretika.

Baca Juga :  PWI Bersama Kemenhan Gelar Retret Nasional, Perkuat Peran Pers dalam Ketahanan Informasi

Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi seputar teknik dasar penulisan berita, struktur 5W+1H, verifikasi informasi, serta etika jurnalistik di era digital. Peserta juga diajak memahami tantangan hoaks dan pentingnya penyaringan informasi sebelum disebarluaskan.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah bersama komunitas pers berharap guru dan ASN mampu menjadi agen informasi yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab di tengah dinamika komunikasi publik yang semakin cepat dan kompleks.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini