Isu Mukota di Serang Ditolak, Tokoh Kadin Tangsel Tegaskan Pelaksanaan di Tangsel

3 Menit Baca
Oplus_131072

Tangerang Selatan – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi para tokoh dan calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan MARHADI dan ARNOVI di Kopi Kebun, Sawah Baru, Ciputat, Sabtu (8/11/2025). 

Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi penting menjelang pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukota) IV Kadin Tangsel, sekaligus menegaskan satu sikap bersama: Mukota harus dilaksanakan di wilayah Kota Tangerang Selatan, bukan di luar daerah.

Tolak Mukota di Serang, Tegaskan Marwah Kadin Tangsel

Penasehat Kadin Tangsel, H. Arwan Simanjuntak, menyatakan penolakan tegas terhadap isu pelaksanaan Mukota IV di Kota Serang. 

Menurutnya, forum strategis seperti Mukota tidak bisa dipindahkan karena menyangkut arah kebijakan dan kepemimpinan dunia usaha di Tangsel.

Baca Juga :  Matangkan Persiapan Porprov Banten VII 2026, Pilar Pimpin Rakor Besar Kepanitiaan

“Kami yang hadir menolak tegas rencana pelaksanaan Mukota di Serang. Ini forum penting bagi pelaku usaha Tangsel, jadi sudah semestinya dilakukan di kota kita sendiri,” tegas Arwan.

Ia juga menyoroti bahwa biaya pelaksanaan ulang Mukota IV Kadin Tangsel tidak seharusnya dibebankan kepada para calon ketua, mengingat telah tersedia dana sekitar Rp1,2 miliar dari hasil registrasi pertama.

Menurutnya, transparansi dalam penggunaan anggaran menjadi bentuk tanggung jawab moral pengurus terhadap anggota Kadin Tangsel.

“Pelaksanaan Mukota yang sudah berlangsung sebelumnya menimbulkan kekecewaan. Karena itu, kita ingin Mukota ulang benar-benar dijalankan secara terbuka, efisien, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Fauzie Siregar Dorong Suasana Guyub dan Kondusif

Sementara itu, mantan Ketua Kadin Tangsel periode 2018–2023, Fauzie Siregar, menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah positif untuk mencairkan suasana di tengah dinamika menjelang pemilihan ketua baru.

Baca Juga :  Delapan Remaja Diciduk Polisi, Terlibat Dalam Tawuran di Tangerang

“Pertemuan ini bukan sekadar ngobrol santai, tapi bentuk tanggung jawab moral. Kita ingin suasana lebih cair, guyub, dan penuh kekeluargaan,” ujar Fauzie.

Ia menilai, soliditas antar tokoh dan calon ketua menjadi modal penting untuk menjaga citra organisasi agar tetap positif dan dipercaya publik.

“Kita semua bagian dari Tangsel. Jadi, sudah sewajarnya Mukota digelar di kota ini agar para pelaku usaha bisa berpartisipasi langsung,” imbuhnya.

Konsolidasi Dua Calon, Dorong Mukota Demokratis

Hadir pula dalam pertemuan tersebut dua kandidat calon ketua, MARHADI dan ARNOVI, yang bersama para tokoh senior seperti H. Abdul Kohar (Koang) menyepakati pentingnya menjaga marwah organisasi.

Baca Juga :  <em>Bupati Serang Dorong Optimalisasi PTSL</em>, Sudah <em>Tercapai 18.818 Sertifikat</em>

Mereka menegaskan dukungan penuh agar Mukota IV dilaksanakan di Tangsel serta digelar secara demokratis dan transparan.

Pertemuan di Kopi Kebun itu menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat soliditas internal Kadin Tangsel, sekaligus menjadikan Mukota sebagai momentum evaluasi dan penyegaran organisasi.

“Yang penting bukan hanya siapa yang terpilih, tapi bagaimana Kadin Tangsel bisa lebih kuat, profesional, dan benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha,” tutup Arwan.

Dengan semangat kebersamaan yang tercipta, para tokoh berharap Mukota IV Kadin Tangsel menjadi titik balik menuju organisasi yang lebih solid, kredibel, dan berperan aktif dalam memajukan perekonomian lokal di Kota Tangerang Selatan.

(***)

Bagikan Artikel Ini