Memiliki Persamaan dalam Nilai Kebangsaan, Wasekjend ARUN Siap untuk Memenangkan Prabowo

2 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Dodi Prasetya Azhari, S.H., Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Internal Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), menyatakan bahwa tidak ada Calon Presiden lain yang memiliki visi dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik selain Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Dodi setelah dirinya dan rombongan pengurus DPP ARUN melakukan kunjungan silaturahmi ke markas besar relawan Prabowo Subianto di Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Senin, (11/07/2023).

Kunjungan silaturahmi ini merupakan langkah awal komunikasi sebagai bentuk dukungan terhadap pencalonan Prabowo sebagai Presiden pada tahun 2024.

Baca Juga :  Menteri PANRB Minta Seleksi Ketat ASN yang Dipindahkan ke IKN

Dodi menjelaskan bahwa Prabowo Subianto telah memiliki gagasan yang jelas mengenai arah masa depan Indonesia. Salah satu indikasinya adalah buku yang ditulis oleh Prabowo Subianto berjudul Paradox Indonesia, yang berisi visi, misi, dan gagasan mengenai Indonesia yang adil dan makmur.

“Kunjungan ini merupakan kesepakatan internal ARUN, karena terdapat kesamaan visi dan gagasan antara ARUN dan Prabowo yang selalu konsisten, serta adanya persamaan dalam nilai-nilai kebangsaan dan politik,” ujar Dodi pada Selasa, (11/07/2023).

Dodi, yang saat ini juga menjadi Bacaleg dari Partai Gerindra untuk DPRD Tingkat II Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyatakan bahwa keunggulan Prabowo bukan hanya dalam hal gagasan, tetapi juga dalam hal nasionalisme-agama dan ketegasan dalam mengambil keputusan demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Warga Dan Tokmas Kramatwatu Dukung Andika Hazrumy Maju di Pilbup Serang 2024

Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia menuju kesejahteraan.

“Prabowo adalah pemimpin yang menggabungkan aksi dan kecerdasan,” kata Dodi.

“Kepemimpinan Prabowo adalah kebutuhan mendesak bagi masa depan Indonesia. Bangsa ini membutuhkan pemimpin dengan kapasitas dan kualitas kepemimpinan yang dapat membuat Indonesia dihormati dalam pergaulan internasional. Semua itu didasarkan pada amanat UUD 1945 dan Pancasila, dan akan mengakomodasi kepentingan nasional,” tambahnya. (***)

Bagikan Artikel Ini