Cegah Banjir Jakarta, Pramono Resmikan Embung Bambu Hitam dan Batu Bangkong

4 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Kedua fasilitas tersebut dibangun untuk memperkuat upaya pengendalian banjir sekaligus mendukung konservasi sumber daya air di Ibu Kota.

Dua embung yang dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada 2025 itu memiliki total kapasitas tampungan mencapai 36.550 meter kubik. Keberadaannya diharapkan mampu menampung air hujan, mengurangi beban sistem drainase, serta membantu mengendalikan risiko genangan di kawasan sekitarnya.

Pramono menjelaskan, pembangunan kedua embung mengusung konsep infrastruktur biru-hijau dan solusi berbasis alam atau *nature-based solutions*. Selain menjadi tempat penampungan air, kawasan tersebut juga dirancang sebagai ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Embung Batu Bangkong dan Embung Bambu Hitam dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta pada 2025 melalui pendekatan biru hijau dan solusi berbasis alam atau Nature-based Solution. Dibangun sebagai sarana pengendali sumber daya air, sumber air baku, sekaligus ruang interaksi publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Tangsel Perkuat Gerakan Gemar Makan Ikan

Secara terperinci, Embung Batu Bangkong berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare. Dari luas tersebut, badan airnya mencapai 0,58 hektare dengan kapasitas tampungan sebesar 20.300 meter kubik.

Sementara itu, Embung Bambu Hitam memiliki luas lahan sekitar 2,1 hektare. Luas badan airnya mencapai 0,50 hektare dengan daya tampung hingga 16.250 meter kubik.

Menurut Pramono, fungsi embung tidak sebatas menampung air hujan untuk mengurangi potensi banjir. Infrastruktur tersebut juga mendukung proses peresapan air sehingga dapat berperan dalam menjaga keseimbangan sumber daya air di lingkungan sekitar.

“Fungsi utama dari embung ini yaitu untuk tempat penampungan air. Jadi bukan kemudian dialirkan, tapi air itu meresap di sini. Sehingga dengan demikian namanya menjadi tempat untuk konservasi,” jelasnya.

Selain fungsi pengelolaan air, kedua kawasan embung dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi instalasi pengolahan air limbah, jalur joging, taman bermain anak, balai warga, lapangan multifungsi, hingga sunken plaza

Baca Juga :  Terima Undangan Resmi, Marhadi Mantapkan Langkah di Bursa Ketua Kadin Tangsel

Area tersebut dapat digunakan warga untuk berolahraga dan beraktivitas ketika kondisi kering. Saat hujan, sebagian area juga dapat difungsikan sebagai ruang tampungan tambahan.

Pramono menegaskan, pengendalian banjir di Jakarta harus dilakukan melalui upaya pencegahan yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, penanganan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika hujan turun atau genangan sudah terjadi.

Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, antara lain melalui pembangunan embung, waduk, serta normalisasi sungai. Ia juga membuka peluang pengembangan embung di wilayah Jakarta Timur untuk meningkatkan daya tampung air secara bertahap.

“Pemerintah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kita lebih pada pencegahan, sehingga saya minta karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, tetapi saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi Ancaman El Nino “Godzilla”

Di sisi lain, Ketua RW 06 Kelurahan Cipayung, Amid Suminar, menyambut positif pembangunan kedua embung tersebut. Ia berharap fasilitas itu dapat membantu mengurangi risiko banjir sekaligus menyediakan ruang bagi warga untuk berolahraga dan melakukan kegiatan bersama.

Amid juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Ya, mudah-mudahan embung ini bisa bermanfaat, baik itu untuk mengantisipasi banjir-banjir dan juga bermanfaat juga untuk fasilitas olahraga, jogging dan lain sebagainya. Saya berharap fasilitas ini yang sudah dibangun oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI, bisa dirawat dengan baik dan juga dijaga kebersihannya, keindahannya agar suasana ini tetap asri,” ujarnya.

Dengan diresmikannya Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong, Pemprov DKI Jakarta memperkuat langkah pengendalian banjir melalui penambahan kapasitas tampungan air yang juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Pemprov DKI

Bagikan Artikel Ini