Doa untuk Bangsa di Al-Azhom, Wagub Dimyati Tekankan Pentingnya Hati Bersih

3 Menit Baca

TANGERANG, katamedia.co.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat memperkuat kedekatan kepada Allah SWT sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan dan kebersihan hati.

Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan Cahaya Hati Cahaya Indonesia edisi “Doa untuk Bangsa” yang berlangsung di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026) malam.

Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiah oleh Ustaz Derry Sulaiman, Habib Abdullah bin Ja’far Assegaf, serta Abi Amir Faishol Fath.

Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan bahwa makna cahaya hati tidak sebatas terlihat dari perilaku maupun tutur kata seseorang. Menurutnya, hal tersebut juga berkaitan erat dengan hubungan manusia dengan Allah SWT.

Baca Juga :  Masyarakat Panongan Didorong Wagub Banten Perkuat Keimanan Lewat Pengajian

“Cahaya hati bukan hanya dari sikap dan kata-kata, melainkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Dengan hati yang bersih, kita dapat menjaga ketenangan,” ungkap Wagub Dimyati.

Ia menjelaskan, hati yang terjaga dapat menjadi benteng dari berbagai sikap negatif yang berpotensi mengganggu ketenangan hidup. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan mengeluh, mudah marah, hingga membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain.

“Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita harus memiliki hati yang baik dan bersih. Oleh karena itu, kita membutuhkan cahaya hati,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Dimyati Doakan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon sebagai Syuhada Perdamaian

Dimyati juga mengingatkan jemaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan menjadi bagian dari ujian manusia. Menurutnya, berbagai hal yang dimiliki seseorang, termasuk jabatan, kekayaan, maupun kekuasaan, pada akhirnya hanya merupakan titipan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta perbuatan baik sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

“Jabatan, harta, dan takhta itu semua hanya titipan dan tidak kekal. Yang kekal bagi kita adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan yang kita lakukan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tanah Maja Terkikis untuk PIK, Warga Merintih: ‘Presiden, Selamatkan Kami’”

Menurut Dimyati, kegiatan keagamaan seperti Cahaya Hati Cahaya Indonesia juga memiliki nilai penting dalam memperkuat pemahaman spiritual masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun karakter generasi muda.

Ia berharap nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong lahirnya generasi muda Banten yang memiliki pengetahuan, akhlak, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Kita sebagai pemimpin Banten dan pemimpin bangsa harus bisa menjadikan anak-anak kita generasi yang hebat, saleh dan salihah, cerdas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini