TANGSEL, katamedia.co.id – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Pondok Aren, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan sekaligus edukasi kepada warga di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pembagian masker melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel, Koramil Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, serta Pramuka. Para petugas tidak hanya membagikan masker, tetapi juga melakukan penyiraman di area alun-alun untuk mengurangi debu dan abu vulkanik yang masih menempel di permukaan.
“Jadi pada sore hari ini, kita sedang bersama-sama membagikan masker kepada masyarakat atau warga pengunjung Alun-Alun Pondok Aren. Ya, ini bagian dari upaya sosialisasi kita untuk menerapkan pola hidup sehat, apalagi dalam kondisi saat ini erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi,” ujar Pilar.
Ia menjelaskan, Alun-Alun Pondok Aren menjadi salah satu lokasi pembagian masker karena merupakan ruang publik yang cukup ramai. Setiap sore, kawasan tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Secara keseluruhan, sekitar 14.000 masker dibagikan kepada masyarakat pada hari tersebut. Distribusi dilakukan di sejumlah lokasi yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangsel.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Tangsel menyiapkan tambahan sekitar 3.000 hingga 4.000 masker yang disalurkan melalui puskesmas. Masker tersebut diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami dampak paparan abu vulkanik.
Pilar juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik. Pemeriksaan dapat dilakukan secara gratis di seluruh puskesmas di wilayah Tangsel, khususnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, maupun gangguan pada kulit.
Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berlangsung.
“Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena mengandung silika atau SiO2, bahkan sebagian dapat mengandung logam berat. Kalau terhirup tentu berbahaya. Karena itu kami mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” tegasnya.
Selain pembagian masker, Pemkot Tangsel melakukan penyiraman di sekitar Alun-Alun Pondok Aren. Metode tersebut diterapkan sebagai upaya dust suppression atau pengendalian debu, sehingga abu vulkanik yang telah mengendap tidak kembali beterbangan dan mengganggu masyarakat.
“Ini seperti yang biasa dilakukan di area konstruksi atau pertambangan. Tujuannya mengendalikan debu supaya tidak mencemari lingkungan dan tidak terhirup masyarakat. Karena itu kami melakukan penyiraman di kawasan alun-alun,” ujarnya.
Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan Pemkot Tangsel di sejumlah ruas jalan protokol. Penyiraman bahkan berlangsung hingga dini hari dengan membagi petugas ke dalam tiga tim.
Penanganan tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Tangerang Selatan, Kodim 0506/Tangerang, hingga pihak pengembang. Langkah bersama ini dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik sekaligus menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat Tangsel.
*Hadi*




