Sayembara Batik Tangsel 2026, Pilar Dorong Desainer Lokal Tembus Level Global

4 Menit Baca

TANGSEL, katamedia.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026. Memasuki penyelenggaraan yang kelima, ajang ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus membuka kesempatan bagi para desainer muda untuk mengembangkan karya.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, motif batik yang nantinya keluar sebagai pemenang akan menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kebijakan tersebut memungkinkan desain terpilih untuk diproduksi dan digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Desain batik Tangsel yang menjadi pemenang nantinya menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejak awal memang ketentuannya seperti itu, supaya masyarakat secara luas bisa memproduksi batik ini,” ujar Pilar saat menghadiri Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 di Serpong, Senin (31/8/2026).

Menurut Pilar, motif pemenang nantinya dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk produk, tidak terbatas pada pakaian. Desain tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh kecamatan, kelurahan maupun perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangsel.

Baca Juga :  BAZNAS Banten Gandeng KBIHU, Dimyati Dorong Pengelolaan Dam hingga ZIS

Ia menjelaskan, proses penentuan pemenang dilakukan melalui penilaian terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kekuatan desain dan identitas batik. Beberapa unsur yang diperhatikan antara lain konsep, warna, filosofi, kedalaman makna serta nilai sejarah yang dituangkan dalam motif.

Untuk memastikan kualitas penilaian, Pemkot Tangsel melibatkan juri yang memiliki kompetensi di bidang batik dan desain. Penilaian turut melibatkan perwakilan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat dan penggiat batik.

Pilar juga menegaskan pentingnya menghargai kreativitas dan orisinalitas karya peserta. Ia menyebut desain yang diikutsertakan dalam sayembara merupakan hasil kreativitas peserta dan bukan semata-mata dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

“Dan ini tentu bukan dari hasil AI (Artificial Intelligence), bukan dari hasil buatan komputerisasi, tapi ini benar-benar buah karya seseorang yang patut dihargai, dan memang punya nilai tinggi seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Camat Pamulang H. Mukroni Resmi Jabat Kadispora Tangsel, H. Mamat Gantikan Kepemimpinan

Sayembara Batik Tangsel 2026 telah dibuka sejak 20 Juli dan ditutup pada 19 Agustus 2026. Sebanyak 49 peserta tercatat mengikuti tahap seleksi administrasi.

Dari proses tersebut, 10 peserta kemudian dinyatakan lolos ke tahap seleksi desain. Para peserta melanjutkan rangkaian seleksi melalui wawancara dan presentasi yang diselenggarakan secara hybrid.

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Tangerang Selatan. Sejumlah desainer dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi, di antaranya Bandung, Cianjur, Madiun, Jombang hingga Riau.

Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa Sayembara Batik Khas Tangerang Selatan semakin terbuka dan mampu menjadi ruang bertemunya kreativitas desainer dari berbagai wilayah.

Dari seluruh tahapan seleksi, akan dipilih tiga karya terbaik sebagai juara pertama, kedua dan ketiga.

Pilar menilai sayembara tersebut menjadi bentuk dukungan Pemkot Tangsel terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Pemerintah, kata dia, perlu menyediakan ruang agar para pelaku kreatif dapat menuangkan gagasan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Baca Juga :  Lulus 100% SMKN 5 Tangsel Pertahankan Predikat Sekolah Pusat Keunggulan

“Ini merupakan bentuk support kami kepada para pelaku ekonomi kreatif supaya mereka memiliki ruang seluas-luasnya untuk merancang karyanya dan ditampilkan seperti itu,” kata dia.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi mampu menjadi pijakan bagi para desainer untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pasar karya mereka.

Pilar pun mendorong desainer muda agar berani membawa karya dari tingkat lokal menuju panggung yang lebih luas. Menurutnya, pengembangan kreativitas harus dimulai dari lingkungan terdekat sebelum mampu bersaing secara nasional maupun global.

“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini