Teluk Kuantan, katamedia.co.id – Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun 2026 resmi dibuka, Kamis (20/8/2026). Festival budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri perwakilan pemerintah pusat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau serta Forkopimda Kabupaten Kuantan Singingi.
Kehadiran unsur pemerintah pusat dan daerah menunjukkan dukungan bersama terhadap keberlangsungan Pacu Jalur sebagai salah satu warisan budaya Melayu yang hingga kini terus dipertahankan dan dilestarikan masyarakat.
Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatiua Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han turut hadir dalam pembukaan festival. Ia menyampaikan dukungan terhadap upaya menjaga tradisi Pacu Jalur agar tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi.
Menurutnya, Pacu Jalur memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perlombaan perahu tradisional. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, semangat juang dan kekompakan yang telah tumbuh serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Danrem juga mendorong generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberadaan tradisi tersebut. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar budaya Melayu tetap hidup dan mampu diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur. Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Danrem 031/WB.
Pembukaan Pacu Jalur Kuansing 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memadati kawasan kegiatan untuk menyaksikan langsung tradisi yang menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Pacu Jalur juga memiliki potensi untuk memperkuat sektor pariwisata daerah. Perpaduan antara tradisi, olahraga, kebersamaan dan partisipasi masyarakat menjadikan festival ini memiliki daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat diharapkan terus diperkuat dalam menjaga keberlangsungan Pacu Jalur. Dengan demikian, tradisi tersebut tidak hanya bertahan sebagai warisan sejarah, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.
Pacu Jalur Kuansing 2026 diharapkan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas, keamanan dan semangat persaudaraan. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Melayu sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
*Az,robin*




