Hari Anak Nasional di LPKA Tangerang, Suasana Haru Iringi Pembacaan Puisi Anak Binaan

4 Menit Baca

KOTA TANGERANG, katamedia.co.id – Suasana haru menyelimuti Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Kota Tangerang, Senin (27/7/2026), saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 digelar. Momen tersebut semakin menyentuh ketika seorang anak binaan berinisial AP (17) membacakan puisi tentang penyesalan, salah jalan, dan kerinduan kepada orang tua. Setiap bait yang dibacakannya seolah menjadi suara hati puluhan anak yang tengah menjalani masa pembinaan.

Pembacaan puisi itu membuat suasana aula hening. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Ketua TP PKK Kota Tangerang Masturoh Sachrudin, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Lili tampak larut dalam suasana. Beberapa di antaranya bahkan tidak kuasa menahan air mata.

Kunjungan kerja tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan anak-anak yang sedang berjuang memperbaiki masa depan mereka.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Tekankan Pentingnya Edukasi Menopause bagi Kesehatan Perempuan

“Sejujurnya kami sedih kalau sudah berurusan dengan anak. Kami adalah ibu, tentunya perasaan kami terbawa,” ujar Tinawati.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di LPKA bukan hanya untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa masa depan mereka belum berakhir.

Harapan itu terlihat saat sesi dialog berlangsung. Beberapa anak binaan mengangkat tangan dan menyampaikan pertanyaan mengenai peluang mereka setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kalau kami nanti kembali ke masyarakat, apakah kami masih bisa bekerja? Apakah kami bisa sukses? Apakah kami bisa menjadi ASN?”

Menurut Tinawati, pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya keinginan anak-anak binaan untuk berubah dan kembali diterima di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Dorong Perempuan Kembangkan Usaha Kerajinan Rajut

“Itu artinya mereka memiliki keinginan besar untuk berubah, berdaya, dan diterima kembali. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan yang sama,” katanya.

Tinawati menjelaskan, anak-anak yang telah menyelesaikan masa pembinaan tetap berhak mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari pelatihan keterampilan, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga pemberdayaan usaha. Menurutnya, tidak ada hak anak yang hilang hanya karena mereka pernah melakukan kesalahan.

“Semua mendapatkan kesempatan yang sama. Kalian mungkin pernah salah jalan, tetapi tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Ini bukan akhir, bukan kiamat bagi kalian,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya menyerahkan tanggung jawab pembinaan kepada keluarga. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting agar anak-anak tersebut mampu bangkit dan tidak kembali terjerumus.

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Dubes Swedia, Bahas Kerja Sama Pertahanan

“Anak-anak perlu pengawasan bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari pemerintah. TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah terus berupaya melakukan pembinaan mulai dari tingkat keluarga agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sela kegiatan, rombongan juga melakukan kunjungan virtual melalui video call dengan keluarga salah satu warga binaan asal Cikande, Kabupaten Serang. Tinawati berbincang dengan Putri Amelia, kakak kandung Yuda, seorang anak binaan yang sedang menjalani pembinaan di LPKA.

Dalam percakapan tersebut, Tinawati menyampaikan bahwa Yuda berada dalam kondisi sehat dan mengikuti seluruh proses pembinaan dengan baik. Kabar itu menjadi pengobat rindu bagi keluarga yang hingga kini belum dapat bertemu secara langsung dengannya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini