Kesehatan Gratis Pemprov Banten Disambut Antusias Warga Ciledug

4 Menit Baca

Tangerang, katamedia.co.id – Sebanyak 350 warga Komplek Pondok Lakah Permai, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, antusias mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di halaman Masjid Baiturrahman, Senin (27/7/2026). Program tersebut mendapat sambutan positif karena menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, tanpa dipungut biaya.

Berbagai layanan pemeriksaan kesehatan tersedia dalam kegiatan itu, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga kesehatan mata. Kehadiran program ini dinilai membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya tanpa harus datang ke rumah sakit.

Salah seorang peserta, Yanuar (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya Program CKG. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dasar yang dilakukan secara gratis memudahkan dirinya untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Kami sangat terbantu. Mudah-mudahan Program CKG seperti ini bisa rutin dilaksanakan sampai tingkat RW,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi Banten Resmikan Rumah Sakit Hewan

Hal senada disampaikan Dwi Seno (64). Ia menilai program tersebut membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan karena akses layanan kesehatan kini semakin dekat dan mudah dijangkau.

“Saya baru pertama kali ikut CKG ini, biasanya langsung ke RS. Tapi ternyata lebih baik periksa ke sini dulu,” ujarnya.

Melalui Program CKG, Dwi menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan, seperti kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan pemeriksaan lainnya.

“Ini bagus sekali. Artinya dengan program ini pemerintah benar-benar hadir membantu masyarakat,” katanya.

Program CKG merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan Pemprov Banten melalui kebijakan Gubernur Banten Andra Soni. Pelaksanaannya dilakukan di 253 puskesmas, seluruh lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMA sederajat, serta melalui layanan Telemedicine Mobile yang menjangkau desa-desa dan komunitas khusus, termasuk masyarakat Baduy.

Baca Juga :  Sambut PON 2032, Pemprov Banten Perkuat Infrastruktur Menuju Banten International Stadium

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keberhasilan pelaksanaan Program CKG di Banten merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Berkat sinergi tersebut, capaian pelaksanaan CKG di Provinsi Banten saat ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Kota Tangerang menjadi daerah yang tertinggi capaiannya di Provinsi Banten mencapai 43 persen dari target yang diberikan sebesar 46 persen,” katanya.

Andra juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut sebagai langkah deteksi dini dan mitigasi penyakit. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena berbagai layanan telah tersedia, termasuk pemeriksaan kesehatan mata.

“Termasuk cek kesehatan mata bisa dilakukan di sini dari beberapa mitra,” katanya.

Ia memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan tetap dapat memperoleh layanan secara gratis di rumah sakit pemerintah karena seluruh rumah sakit milik pemerintah di Provinsi Banten telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga :  Pemprov Banten dan Badan Karantina Perkuat Sinergi Dorong UMKM Berorientasi Ekspor

“Jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir kalau tidak punya BPJS-nya, karena tetap akan ditangani dengan baik,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan Program CKG dengan melibatkan seluruh organisasi kesehatan di Provinsi Banten agar target yang ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai.

“Di tempat ini kita targetkan 350 orang untuk usia produktif. Sementara untuk sekolah kita memiliki agenda tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi pelaksanaan Program CKG di wilayahnya. Menurutnya, layanan kesehatan gratis tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Karena ini memang yang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini