Serpong, katamedia.co.id – PDIP merupakan salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Di Banten, PDIP juga merupakan salah satu partai politik terkuat.
Dalam setiap pemilihan umum legislatif (pileg), PDIP selalu menjadi salah satu partai pemenang.
Namun, dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), PDIP justru kesulitan untuk mencetak kader-kader mumpuni yang mampu bersaing di Pilkada di Banten.
Dalam artikelnya, Junaidi Rusli, Pemimpin Redaksi Katamedia.co.id, mengulas fenomena ini. Ia menyebut bahwa PDIP kesulitan mencetak kader mumpuni di Banten karena beberapa faktor, antara lain:
- Kurangnya regenerasi kader: PDIP di Banten masih mengandalkan kader-kader lama yang sudah berumur, seperti Rano Karno dan Mulyadi Jayabaya. Padahal kader lama ini sudah mulai kurang populer dimata pemilih terutama generasi muda khususnya kaum millenial yang didominasi Gen-Z.
- Intervensi dari pengurus pusat: Pengurus pusat PDIP sering kali mengintervensi proses kaderisasi di daerah. Hal ini membuat kader-kader di daerah menjadi kurang leluasa untuk mengembangkan diri.
- Kurang fokus pada pilkada: PDIP di Banten lebih fokus pada pileg daripada pilkada. Akibatnya, partai ini kurang serius dalam mempersiapkan kader-kadernya untuk bersaing di pilkada.
Junaidi Rusli menyimpulkan bahwa jika PDIP ingin lebih sukses di Pilkada Banten, partai ini perlu melakukan reformasi kaderisasi.
PDIP harus lebih fokus pada pilkada dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada kader-kader muda untuk berkembang.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan PDIP untuk melakukan reformasi kaderisasi:
- Menyusun program kaderisasi yang terencana dan terukur: PDIP perlu menyusun program kaderisasi yang terencana dan terukur. Program ini harus mencakup berbagai aspek, seperti pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi.
- Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada kader-kader muda: PDIP perlu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada kader-kader muda untuk berkembang. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan mereka kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan partai, seperti menjadi pengurus partai, menjadi anggota legislatif, atau menjadi calon kepala daerah.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses kaderisasi: PDIP perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses kaderisasi. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya nepotisme dan kolusi dalam proses kaderisasi.
PDIP di Banten memang memiliki tantangan tersendiri dalam mencetak kader-kader mumpuni.
Namun, jika partai ini serius melakukan reformasi kaderisasi, maka bukan tidak mungkin PDIP akan lebih sukses di Pilkada Banten di masa mendatang. (***)
Penulis : Junaidi Rusli



