Desa Benteng, Ciampea bogor katamedia.co.id- Serangkaian program pemberdayaan yang komprehensif telah membawa hasil luar biasa bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Benteng. Melalui rangkaian pelatihan intensif yang berlangsung dari September hingga Desember 2025, sebanyak 13 UMKM berhasil meningkatkan kapasitas usaha mereka, dengan Rumah Kedele Soya Ayu menjadi contoh kesuksesan paling nyata dalam program ini.
Puncak dari keberhasilan program adalah penandatanganan enam kesepakatan kerjasama pemasaran produk antara Rumah Kedele Soya Ayu dengan berbagai outlet ternama, termasuk DailyUs IPB, CV. Amanda, Indomaret, Indomarco, Tahu Yun Yi, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Ciampea.
Pelatihan Komprehensif dan Terstruktur
Program pemberdayaan diawali dengan pelatihan fundamental pada 20 September 2025 yang mencakup dua modul utama: Strategi Peningkatan Akses Pasar pada UMKM dan Teknik Pengemasan serta Pelabelan Produk Makanan dan Minuman. Pelatihan ini disampaikan oleh Tintin Sarianti, SP. MM, memberikan peserta pemahaman mendalam tentang pemasaran produk dan standar kualitas.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 12 Oktober 2025 dengan fokus pada pengembangan jaringan pasar. Para UMKM mendapatkan pembekalan tentang strategi membangun relasi bisnis, teknik negosiasi, dan kolaborasi dengan calon mitra. Pada momentum yang sama, peserta juga mengikuti pendampingan khusus tentang penanganan limbah padat dan cair untuk memastikan proses produksi ramah lingkungan.
Materi pelatihan dilanjutkan pada 18 Oktober 2025 dengan tema Perluasan Pasar melalui Pengembangan Inovasi Produk dan Inisiasi Kontrak Pemasaran. Dr. Tjahja Muhandari hadir sebagai narasumber untuk memberikan panduan teknis tentang inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, dan proses penjajakan serta negosiasi kontrak pemasaran yang profesional.
Transformasi Nyata Rumah Kedele Soya Ayu
Komitmen Rumah Kedele Soya Ayu dalam mengimplementasikan setiap pembelajaran terbukti sangat efektif. UMKM ini berhasil meningkatkan kualitas produksi, memperbaiki desain kemasan produk, dan mengembangkan varian produk baru yang lebih menarik pasar. Dengan dukungan pendampingan intensif dari tim, UMKM ini aktif melakukan komunikasi dan presentasi produk kepada calon mitra usaha di seluruh wilayah Bogor.
Hasil kerja keras ini terwujud dalam enam kesepakatan pemasaran formal yang mencakup outlet retail modern dan distributor skala regional, membuka peluang distribusi yang signifikan bagi produk Rumah Kedele Soya Ayu.
Tim Penggerak Program
Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Ir. Ahyar Ismail, M.Agr, dengan tim inti yang terdiri dari Tintin Sarianti, SP. MM dan Diki Akhwan Mulya, SE. MSi. Dukungan teknis diberikan oleh mahasiswa M. Auzan Hawali dan M. Aditya Ziaulhaq, yang membantu memperkuat implementasi program di lapangan.
Model Pemberdayaan Berkelanjutan
- Para pemimpin program menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan tata kelola, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya praktik usaha yang ramah lingkungan dan inklusif. Harapannya, model pemberdayaan ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan UMKM berbasis desa di wilayah lain, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kesuksesan program ini menunjukkan bahwa pendampingan yang komprehensif dan terstruktur mampu meningkatkan daya saing UMKM secara nyata dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. (***)




