Pamulang, Tangerang Selatan – Sejak lima tahun lalu, sebuah SMK di wilayah Pamulang telah menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida) melalui program “Siswaku” untuk memberikan perlindungan penuh bagi ribuan siswanya. Program ini terbukti memberikan manfaat nyata, termasuk saat terjadi insiden di luar jam sekolah.
Kepala sekolah SMK Letris Pamulang, Ahmad Maulana Alamsyah, menjelaskan kerjasama tersebut dimulai pada awal masa jabatannya. Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 2.500 orang dan mobilitas tinggi, khususnya yang berkendara, pihak sekolah merasa perlu memberikan perlindungan tambahan.
“Banyak siswa yang membawa kendaraan. Kami juga rutin berkoordinasi dengan Polsek setempat agar mereka mematuhi aturan berkendara, seperti menggunakan helm dan atribut keselamatan,” ujarnya. Saat ditemui wartawan disekolah SMK Letris, Jalan Siliwangi, Pamulang Tangsel. (11/8/2025)
Ahmad juga menuturkan, manfaat asuransi terasa signifikan. Sepanjang tahun ini saja, pihak sekolah telah mengajukan lebih dari 20 klaim. Biaya premi tidak dibebankan langsung kepada siswa atau orang tua, melainkan diambil dari biaya daftar ulang siswa lama dan biaya pendaftaran siswa baru.
“Jadi orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan,” jelasnya.
Salah satu kasus yang menyoroti pentingnya perlindungan ini adalah meninggalnya Muhammad Erzyansyah putra, siswa SMK tersebut, akibat kecelakaan tunggal di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Awalnya, pihak sekolah sempat mengira Erzy sudah berstatus alumni karena kegiatan belajarnya telah selesai, namun setelah dicek, ia masih tercatat sebagai siswa aktif.
“Awalnya kami kira kejadian di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah tidak masuk pertanggungan. Ternyata tetap tercover,” ucap Eti kerabat dekat korban mendampingi orangtuanya.
Mengetahui kejadian tersebut, Dua orang perwakilan sekolah langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan pendampingan keluarga, termasuk proses klaim asuransi.
Kepala Cabang Bumida, Nanang Budiarto, menegaskan program “Siswaku” memang dirancang untuk memberikan perlindungan selama 24 jam penuh dalam setahun, bukan hanya saat siswa menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“SMK memang wajib ada perlindungan asuransinya. Namun kami kemas bukan hanya untuk PKL dua bulan, tapi disetahunkan sehingga perlindungan berlaku kapan pun, baik di sekolah maupun di luar,” jelasnya sambil memberikan bantuan yang tunai sebesar Rp. 60 juta rupiah secara simbolik.
Ditemani oleh konsultan program perlindungan siswa, R. Adi Sestoro juga Humas SMK Letris 2, Hadi Solihin, M.Kom, Nanang menjelaskan, produk “Siswaku” merupakan kategori personal accident berbentuk micro insurance dengan premi terjangkau.
Perlindungan meliputi santunan kecelakaan, santunan rawat inap akibat sakit, hingga manfaat tambahan lain. Proses klaim cukup mudah dan dapat diselesaikan maksimal 14 hari setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Nanang menambahkan, program ini tidak hanya berlaku untuk SMK, tetapi juga dapat diikuti siswa TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dengan nama berbeda sesuai jenjang pendidikan. “Kalau untuk mahasiswa, namanya jadi ‘Mahasiswaku’,” ujarnya.
Dengan kerja sama ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat merasa aman dan terlindungi selama menempuh pendidikan, sementara orang tua dapat lebih tenang mengetahui anak mereka memiliki jaminan asuransi kapan pun dan di mana pun berada.(Adt)



