Pemprov Banten Perkuat Pelestarian Alam Baduy, 70 Ribu Bibit Pohon Mulai Disalurkan

5 Menit Baca

LEBAK, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat adat Baduy. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Gerakan Baduy Lestari dengan penyaluran 70 ribu bibit pohon untuk mendukung penghijauan di wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penyerahan bibit tanaman dalam rangka Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Pohon yang digagas Perkumpulan Urang Banten (PUB) untuk memperingati hari ulang tahun ke-8 organisasi tersebut. Kegiatan berlangsung di Rumah Kajaroan Kanekes, Ciboleger, Kabupaten Lebak, Minggu (25/10/2026).

Andra Soni mengapresiasi inisiatif PUB bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyediaan serta penyaluran bibit tanaman.

Menurutnya, gerakan tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki nilai ekologis dan budaya penting bagi masyarakat Banten.

“Selamat milad ke – 8 kepada Perkumpulan Urang Banten. Terima kasih kepada Perkumpulan Urang Banten atas prakarsa Gerakan Baduy Lestari, serta kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung dan seluruh pihak yang telah mendukung penyediaan dan penyaluran bibit tanaman,” ucapnya.

Baca Juga :  Dukung Program Strategis Prabowo, Kinerja Polri Dinilai Kian Sistematis

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten. Andra berharap PUB terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pemprov Banten, lanjutnya, akan terus mendukung pelestarian alam dan perlindungan masyarakat adat melalui rehabilitasi hutan dan lahan, peningkatan pengawasan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi yang tetap menghormati adat istiadat setempat.

Andra menilai masyarakat Baduy memiliki kearifan lokal yang dapat menjadi contoh dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Prinsip tersebut tercermin dalam pikukuh atau aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Masyarakat Baduy telah lama menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pikukuh atau aturan adat Baduy mengajarkan, “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak”, gunung tidak boleh dihancurkan dan lembah tidak boleh dirusak. Ada pula pesan, “Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung”, yang panjang tidak boleh dipotong, yang pendek tidak boleh disambung,” ungkap Andra Soni.

Ia menjelaskan, nilai-nilai adat tersebut mengandung pesan agar manusia tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan dan tetap mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional, Wagub Banten Dorong Santri Kuasai Iptek dan Jaga Nilai Keislaman

Dalam program penanaman ini, sebanyak 70 ribu bibit pohon disiapkan untuk ditanam di wilayah masyarakat adat Baduy yang tersebar di 68 kampung, terdiri atas tiga kampung Baduy Dalam dan 65 kampung Baduy Luar.

Bibit yang disalurkan meliputi tanaman gaharu, manglid, durian, albasia, rambutan, dan aren. Selain mendukung penghijauan, jenis tanaman tersebut diharapkan dapat membantu menjaga tutupan lahan, melindungi sumber mata air, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Andra menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang dibagikan. Perawatan tanaman hingga tumbuh besar menjadi bagian penting agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati aturan adat dalam setiap kegiatan di wilayah Baduy. Menurutnya, gerakan penghijauan serupa perlu diperluas ke daerah lain di Banten, terutama kawasan hulu dan wilayah yang rawan bencana.

Andra turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat Baduy yang selama ratusan tahun menjaga kelestarian alam. Peran mereka dinilai tidak hanya bermanfaat bagi komunitas adat, tetapi juga bagi masyarakat di wilayah sekitarnya, termasuk kawasan hilir yang bergantung pada keseimbangan sumber daya air.

Baca Juga :  Akhir Puasa Ramadhan, Masjid Al Madinah CBD Ciledug Santuni Ratusan Anak Yatim

Sementara itu, Ketua Umum PUB Komjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki menyampaikan bahwa pada 2026 masyarakat Baduy berjumlah sekitar 16 ribu jiwa dan tersebar di 68 kampung.

Ia juga menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap lahan garapan sebagai salah satu penopang sumber pangan dan kehidupan sehari-hari.

Ruki mendorong pemerintah agar memberikan perhatian terhadap akses lahan garapan bagi masyarakat Baduy dan warga di sekitarnya.

“Termasuk masyarakat sekitar sini. Kalau mereka memiliki hak garap, Insya Allah bisa memiliki sumber pangan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ruki mengungkapkan bahwa dari total 70 ribu bibit pohon yang menjadi bagian dari gerakan tersebut, sebanyak 40 ribu bibit telah diserahkan melalui delapan pintu masuk menuju kawasan Baduy.

Proses penanaman, katanya, akan mengikuti perhitungan dan kearifan lokal masyarakat adat agar pelaksanaannya selaras dengan tradisi yang berlaku.

Melalui Gerakan Baduy Lestari, Pemprov Banten bersama PUB dan para pemangku kepentingan berharap upaya penghijauan dapat terus berlanjut, menjaga kelestarian lingkungan, serta membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat adat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini