Tabanan Bali, katamedia.co.id – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, memberikan pembekalan strategis kepada 745 Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelas Lapangan Candradimuka, Rindam IX/Udayana, Jalan Kapten Piere Tendean No. 1, Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (3/7/2026).
Kehadiran Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut antusias oleh ratusan siswa SPPI melalui yel-yel yang dikumandangkan secara kompak. Suasana penuh semangat nasionalisme mengiringi pembekalan yang mengusung tema “Bela Negara Melalui Kemandirian Ekonomi Rakyat dan Pengamalan 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Garda Terdepan NKRI.”
Dalam arahannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa bela negara di era modern telah mengalami perkembangan yang dinamis. Menurutnya, pertahanan negara tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik atau angkat senjata, tetapi juga melalui penguatan ketahanan pangan, kedaulatan maritim, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Bela negara mencakup upaya nyata kita dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kawasan pesisir. Kehadiran KDKMP dan KNMP adalah implementasi langsung dari amanat konstitusi untuk mengelola ekonomi secara bersama demi kemaslahatan anggota, agar bangsa kita memiliki daya tahan kuat dan tidak bergantung pada pihak luar yang merugikan,” tegas Pangdam.
Pangdam menjelaskan, penguatan ekonomi kerakyatan yang dijalankan di wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki landasan konstitusional yang kuat, yakni UUD NRI Tahun 1945, khususnya Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 ayat (1), dan Pasal 33, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, serta Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembangan Koperasi Merah Putih.
Ia juga mengajak seluruh siswa SPPI untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam pengelolaan koperasi sehari-hari. Nilai tersebut diwujudkan melalui semangat persatuan dan keadilan sesuai Pancasila, kepatuhan terhadap konstitusi, menjaga keutuhan wilayah NKRI, serta memelihara toleransi dalam keberagaman sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, Pangdam mengingatkan para siswa mengenai berbagai ancaman nonmiliter yang kini dihadapi bangsa, seperti penyalahgunaan media sosial, budaya individualisme, sikap antipemerintah, paham radikalisme, hingga intoleransi. Karena itu, siswa SPPI diharapkan mampu menjadi benteng moral, agen perubahan, pelurus informasi, sekaligus berperan aktif menjaga stabilitas wilayah di daerah masing-masing.
Sebagai bentuk komitmen mendukung program strategis nasional, Kodam IX/Udayana terus memberikan pendampingan teknis di lapangan, pengamanan aset, pengembangan jaringan pemasaran, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda di Bali, NTB, dan NTT. Hingga Mei 2026, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai target 100 persen, dengan rincian 38 unit di Provinsi Bali, 55 unit di NTB, dan 73 unit di NTT.
Untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Pangdam menginstruksikan agar dukungan difokuskan pada penguatan kedaulatan hasil laut, terciptanya harga jual yang adil bagi nelayan tradisional, serta pemenuhan pasokan pangan berbasis kelautan secara nasional.
Turut mendampingi Pangdam IX/Udayana dalam kegiatan tersebut, Danrindam IX/Udayana, Liaison Officer (LO) Kemhan RI, Asintel Kasdam IX/Udayana, Wadan Rindam, Kabagum, Kabag Jianbang, Dansecaba, Dandodik Bela Negara, Dandodik Kejuruan Rindam IX/Udayana, serta para pendamping siswa SPPI.
(Pendam IX/Udy)




