Operasi SAR Diperpanjang 3 Hari, Andra Soni Minta Pencarian 8 Orang Hilang Dilanjutkan hingga Bengkulu

4 Menit Baca

BANTEN, katamedia.co.id – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali diperpanjang selama tiga hari. Keputusan tersebut diambil setelah memasuki hari ketujuh pencarian yang belum membuahkan hasil.

Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026).

Gubernur Banten Andra Soni meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh unsur SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi operasi SAR di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga dukungan Polda Banten, Lanal Banten, dan seluruh pemangku kepentingan untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Gubernur Andra Soni.

Menurut Andra, perpanjangan operasi juga mempertimbangkan komunikasi yang terus dilakukan Pemprov Banten dengan keluarga delapan orang yang hingga kini belum ditemukan. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memberikan pendampingan sekaligus memastikan keluarga mendapatkan perkembangan informasi pencarian secara cepat dan akurat.

Baca Juga :  Sekolah Gratis Masuk Prioritas Perubahan APBD Banten 2026

“Kita berikan dukungan moral, semangat, dan tentunya sama-sama kita berdoa agar operasi ini mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Gubernur Andra Soni.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang operasi selama tiga hari merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pencarian hingga hari ketujuh.

Evaluasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai data, termasuk informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), khususnya terkait kondisi arus laut dan kemungkinan pergeseran posisi target.

“Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh, sampai saat ini masih nihil. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad.

Baca Juga :  Kick Boxing Tangsel Dicoret dari Porprov Banten 2026, Dinilai Cederai Rasa Keadilan

Sejak operasi dimulai, Tim SAR Gabungan terus memperluas wilayah penyisiran untuk menyesuaikan dengan kemungkinan pergerakan speedboat akibat arus laut. Pada hari kedua, pencarian mencakup Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Memasuki hari ketiga, kekuatan personel dan armada ditingkatkan dengan mengerahkan 11 kapal serta sekitar 300 personel. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan mencakup kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, hingga Pulau Sertung.

Pada hari keempat dan kelima, wilayah operasi kembali diperluas hingga lebih dari 3.200 mil laut persegi. Pencarian bahkan menjangkau kawasan pesisir Bengkunat, Lampung.

Untuk mendukung pencarian dari udara, tim menggunakan helikopter HR-3604 dan drone termal. Sejumlah benda yang ditemukan di laut, seperti jeriken, terpal, pelampung, dan jaket, juga dikumpulkan untuk diperiksa dan diidentifikasi kemungkinan keterkaitannya dengan para korban.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital turut membantu proses pencarian melalui pendeteksian pergerakan yang berkaitan dengan jaringan operator seluler dan spektrum frekuensi.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni Tetapkan WFH ASN Pemprov Banten Setiap Hari Jumat

Pada hari keenam, area pencarian diperbesar hingga sekitar 6.010 mil laut persegi dengan mengikuti prediksi pergeseran arus. Penyisiran kemudian diarahkan mengikuti kemungkinan pergerakan target menuju wilayah perairan yang lebih jauh.

Al Amrad menjelaskan kondisi kabut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi, terutama karena mengurangi jarak pandang dan menghambat penerbangan helikopter. Tim SAR juga telah melakukan pencarian hingga radius tiga kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tetap memperhatikan serta memantau aktivitas vulkanik.

Hingga evaluasi hari ketujuh, delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut belum ditemukan.

Dengan tambahan waktu tiga hari, seluruh unsur SAR Gabungan kembali dikerahkan secara maksimal. Area pencarian akan terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi cuaca, arus laut, serta hasil pemantauan dan analisis terbaru untuk meningkatkan peluang menemukan kedelapan orang yang masih dinyatakan hilang tersebut.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini