Tangerang, katamedia.co.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Mauk diisi dengan kegiatan edukasi literasi digital yang mengajak para murid baru untuk memahami pentingnya bersikap santun dan bijak dalam menggunakan media sosial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Goes to School (REGOS) yang berkolaborasi dengan SMPN 2 Mauk.
Sebanyak 360 murid baru mengikuti seminar interaktif bertema “Literasi Digital: Sopan Santun dan Bijak Bermedia Sosial untuk Menunjang Pembelajaran yang Baik”. Kegiatan menghadirkan Ketua Relawan TIK Provinsi Banten sekaligus Trainer Literasi Digital, Taufiq, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Taufiq menegaskan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan generasi muda. Pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan menggunakan ruang digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab agar tidak terjerumus menjadi korban kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi, maupun penyebaran hoaks.
“Untuk itu, kita perlu literasi digital yang memiliki 4 pilar, yakni: Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital. Disingkat apa? CABE! Kesemuanya penting sebagai bekal dalam menggunakan teknologi digital,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan, sopan santun dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial merupakan bagian penting dari penerapan empat pilar literasi digital. Menurutnya, etika harus dijunjung tinggi, baik saat berinteraksi secara langsung maupun melalui media digital.
“Sopan santun, kejujuran, atau etika itu mata uang yang berlaku dimana saja. Karenanya, baik di dunia nyata maupun maya, kita harus sopan dan santun kepada siapapun. Kedua, bijak, termasuk tahu aturannya, tidak sembrono, berhati-hati demi keamanan, kritis terhadap informasi, dan menahan diri dari ujaran atau komentar yang negatif di media sosial. Ada jejak digital yang abadi dan harus hati-hati,” jelas Taufiq di hadapan ratusan murid baru kelas VII SMPN 2 Mauk.
Suasana seminar berlangsung meriah karena tidak hanya diisi penyampaian materi, tetapi juga berbagai permainan edukatif, simulasi, bernyanyi, hingga menari bersama. Taufiq juga membagikan beragam jajanan sebagai bentuk apresiasi kepada para murid yang aktif dan berani berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.
Kepala SMPN 2 Mauk, Rohimat, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Relawan TIK Provinsi Banten dalam memberikan pembekalan literasi digital kepada peserta didik baru. Menurutnya, pemahaman mengenai dunia digital menjadi bekal penting bagi para pelajar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Terima kasih kepada Relawan TIK Provinsi Banten yang telah bersedia mengedukasi murid baru kami. Kami sedang mengupayakan budaya literasi kepada semua murid. Termasuk literasi digital, kami berharap SMPN 2 Mauk bisa makin cakap digital,” ungkap Rohimat.
Rohimat menambahkan, hingga saat ini belum pernah ditemukan kasus penyalahgunaan teknologi digital yang melibatkan peserta didik di sekolahnya. Meski demikian, pihak sekolah terus memperkuat pembinaan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya perundungan maupun cyber bullying di lingkungan sekolah.
“Berbagai stakeholder juga terus membina kami, apalagi dunia anak rentan bully/cyber bullying, Alhamdulillah belum pernah terjadi dan semoga jangan sampai terjadi. Ayo kita cegah bersama, anak-anak di sini kita upayakan sopan dan beretika terhadap sesama teman, orang tua, dan gurunya,” tutup Rohimat.
*Hadi*




