Kota Serang, katamedia.co.id – Provinsi Banten terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai inovasi yang digagas oleh masyarakat dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah gizi kronis pada anak ini.
Stunting, masalah gizi kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang, menjadi perhatian serius di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Banten.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Banten bersama berbagai pihak terkait terus berupaya mencari solusi inovatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Lokakarya dan Penghargaan Inovasi Stunting 2024.
Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan stunting.
“Penanganan stunting ini tidak bisa dilakukan oleh satu bidang saja, tapi perlu kolaborasi untuk mencapai penurunan stunting,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, sejumlah inovasi menarik dalam penanganan stunting dipamerkan. Mulai dari program makan bersama untuk mencegah stunting hingga kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi anak.
Inovasi-inovasi ini dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya penurunan stunting.
Banten juga berhasil mencapai target 100% dalam pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting tahun 2024. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah stunting.
Direktur Eksekutif Pattiro Banten, Panji Bahari NR, berharap inovasi-inovasi yang telah ada dapat terus dikembangkan dan muncul inovasi-inovasi baru yang lebih efektif.
“Kita berharap ke depannya upaya ini bisa ditingkatkan lagi, sehingga angka stunting di Provinsi Banten bisa turun dengan cepat,” ujarnya.
Upaya kolaboratif dalam penanganan stunting di Banten telah menunjukkan hasil yang positif. Melalui berbagai inovasi dan program yang melibatkan masyarakat, diharapkan angka stunting di Banten dapat terus menurun dan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkualitas. (***)



