Menaker Tekankan Pengawasan Bukan Beban, Tapi Bagian dari Solusi

1 Menit Baca

Bogor, katamedia.co.id — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pengawasan internal di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan harus menjadi bagian dari solusi dalam memastikan program ketenagakerjaan berjalan bersih, efektif, dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Yassierli saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Inspektorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4). Menurutnya, Itjen harus bertransformasi dari lembaga yang hanya hadir ketika masalah sudah terjadi menjadi mitra strategis yang mampu mendeteksi risiko sejak dini.

Baca Juga :  Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

Ia menekankan, keberhasilan pengawasan internal tidak diukur dari banyaknya temuan, tetapi dari kemampuan mencegah potensi penyimpangan sebelum terjadi. Karena itu, paradigma lama “Awas Ada Itjen” harus berubah menjadi “Untung Ada Itjen”.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Menaker mendorong pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengawasan. Teknologi itu dinilai penting untuk membaca pola risiko, memetakan potensi penyimpangan, serta mengidentifikasi hambatan yang dapat mengganggu pelaksanaan program.

Selain menjaga kepatuhan dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, auditor Itjen juga diharapkan mampu membantu menyelesaikan kendala regulasi yang menghambat program prioritas ketenagakerjaan. Dengan begitu, pengawasan internal dapat memberi nilai tambah sekaligus mempercepat agenda pembangunan di sektor ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi, Menhan Sjafrie Dampingi di Malang

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini