Menaker: Generasi Muda Perlu Siapkan Diri Hadapi Era Digital dan AI

3 Menit Baca

PADANG, katamedia.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Menurut Yassierli, perubahan teknologi, perkembangan ekonomi hijau, serta dinamika demografi telah memengaruhi jenis pekerjaan sekaligus cara kerja di berbagai sektor. Kondisi tersebut membuat generasi muda perlu memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Hal itu disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).

Ia menilai, memiliki ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika dunia kerja. Generasi muda juga perlu memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman praktis, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.

Baca Juga :  Gubernur Banten Resmi Buka Kejuaraan Tenis Meja Nasional, 665 Atlet Ikut Bertanding

“Dalam menyikapi perubahan tersebut, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah. Kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar,” ujar Yassierli.

Ia juga mendorong anak muda aktif melakukan reskilling dan upskilling. Peningkatan keterampilan tersebut dinilai penting agar tenaga kerja mampu mengikuti perubahan kebutuhan pekerjaan sekaligus memiliki peluang memasuki bidang-bidang baru yang muncul akibat perkembangan teknologi.

Yassierli menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut mendorong penguatan core skills dan integrated skills. Core skills mencakup kemampuan teknis, sertifikasi, portofolio, hingga pengalaman praktik. Sementara integrated skills berkaitan dengan kemampuan mengombinasikan berbagai kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Wakil Ketua DPR RI, Didampingi Menhan Sjafrie di Istana Merdeka

Di tengah perkembangan AI, lanjutnya, kemampuan manusia tetap memiliki peran penting. Kreativitas, empati, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan perlu terus dikembangkan agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai mitra dalam bekerja.

“Di tengah perkembangan AI, peran manusia dalam kreativitas, empati, integritas, kemampuan mengambil keputusan harus terus diperkuat. Karena itu, kita perlu belajar bekerja bersama teknologi,” katanya.

Selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi juga perlu dibangun melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam meningkatkan kompetensi.

Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja muda, Kemnaker menyediakan berbagai program pengembangan kompetensi, antara lain melalui Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca Juga :  Turnamen Tenis Meja Karuhun Cup 2023 Sukses Digelar Penghobi

Yassierli menegaskan bahwa perubahan di dunia kerja akan terus berlangsung. Karena itu, generasi muda perlu membangun kebiasaan belajar secara berkelanjutan dan meningkatkan keterampilan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja.

“Dunia kerja akan terus berubah. Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pendukungnya tersedia,” ujarnya.

Humas Kemnaker

Bagikan Artikel Ini