Menaker Dorong Kompetensi Lulusan Sesuai Kebutuhan Kerja

2 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus mengalami perubahan. Menurutnya, kualitas pendidikan perlu terus ditingkatkan, termasuk dengan memperkuat pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri pembukaan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia mengatakan penguatan pendidikan berbasis STEM menjadi salah satu perhatian penting pemerintah karena perkembangan teknologi dan kebutuhan industri menuntut tenaga kerja dengan kemampuan yang semakin spesifik. Presiden Prabowo Subianto juga telah menekankan pentingnya pengembangan STEM sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Wagub Banten, Kepala Staf Kepresidenan, dan Menteri Imigrasi Peringati Hari Anak Nasional di LPKA Tangerang

Yassierli mengungkapkan masih terdapat kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki lulusan dengan kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus mempersempit skill gap antara pencari kerja dan industri.

Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab persoalan tersebut. Ia mengapresiasi para dekan yang terus membangun koordinasi dan kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga :  Kemnaker Pastikan Tahap Akhir Magang Nasional Batch I Berjalan Tertib

Yassierli juga menilai lulusan bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) memiliki peluang yang luas untuk berkontribusi di berbagai sektor. Penguasaan ilmu sains dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan STEM dan dapat mendukung kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi.

Karena itu, kurikulum perguruan tinggi dinilai perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja. Selain penguasaan pengetahuan, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan analitis, pemecahan masalah, serta keterampilan lain yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan di dunia kerja.

Baca Juga :  Rakernas APDESI Merah Putih di Banten, Andra Soni Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Penguatan kompetensi dasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam beradaptasi, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia nasional di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.

Biro Humas Kemnaker

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini