TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Kebakaran melanda lahan kosong di Jalan Tarumanegara, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (4/9/2026). Api membakar area yang dipenuhi berbagai material bekas sehingga proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan penanganan intensif.
Armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, termasuk dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan serta bantuan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Material yang menumpuk di lahan tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Di antaranya terdapat kayu, triplek, styrofoam, material bekas rumah, bahan dekorasi, serta berbagai barang lainnya yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat merambat dan menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik bara.
Lurah Pisangan Mardiasto Adhi mengatakan, banyaknya material mudah terbakar di lokasi menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran tidak mudah.
“Di lokasi banyak bahan bekas material rumah, material dekorasi, sterefoam, kayu, triplek, dan bahan-bahan lainnya yang mudah terbakar,” ujar Mardiasto Adhi di lokasi.
Sementara itu, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama bersama unsur tiga pilar turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus memastikan kondisi di sekitar area tetap aman. Petugas juga melakukan pengamanan agar masyarakat tidak mendekati titik kebakaran.
Asap tebal yang muncul dari tumpukan material bekas turut berdampak terhadap warga di sekitar lokasi. Sejumlah masker dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap, sekaligus mengimbau warga untuk tetap berhati-hati selama proses penanganan berlangsung.
Pengamanan lokasi juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Kapolsek Ciputat Timur bersama Danramil Ciputat turut berada di lokasi untuk mengatur keamanan dan arus lalu lintas di sekitar area kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar warga maupun kendaraan tidak terlalu dekat dengan lokasi serta memberikan ruang bagi armada pemadam untuk melakukan manuver.
Selain Damkar, penanganan juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Pokdarkamtibmas. Petugas terus menyisir tumpukan kayu, triplek, styrofoam dan material lainnya guna menemukan titik panas yang masih berpotensi menimbulkan bara.
Hingga proses pendinginan dilakukan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas masih memprioritaskan pemadaman dan memastikan seluruh titik api benar-benar aman sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian.
*Hadi*




