Idul Adha 1447 H Tahun 2026 di Al Azhar BSD: Pelaksanaan Kurban sebagai Wujud Ibadah, Pendidikan Karakter, dan Kepedulian Sosial

4 Menit Baca

Serpong, katamedia.co id – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Al Azhar BSD tahun ini yang digelar pada Rabu (27/05/2026) berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, nilai ibadah, serta kepedulian sosial.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan Muslim BSD, Noor Khoirudin MBA, menjelaskan bahwa kegiatan kurban tidak sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter dan implementasi ajaran agama yang diterapkan secara nyata.

Menurut Noor Khoirudin, terdapat setidaknya empat landasan utama yang menjadi alasan dilaksanakannya kegiatan kurban setiap tahun di lingkungan Al Azhar BSD. Pertama, kurban merupakan perintah Allah SWT yang menjadi bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kurban ini adalah bentuk implementasi guidance religion atau tuntunan agama yang harus dijalankan. Ini bukan hanya ritual, tetapi bentuk penghambaan dan kepatuhan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Jika ibadah pada umumnya sering dipahami dalam hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan, maka ibadah kurban menghadirkan keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal, yakni hubungan dengan sesama manusia.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Cairkan Kompensasi Rp6,9 Miliar untuk 3.000 Sopir Angkot, Becak, dan Andong

“Kurban bukan hanya ibadah kepada Allah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Ada dimensi horizontalnya, bagaimana kita berbagi dan memperhatikan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Selain itu, pelaksanaan kurban juga menjadi sarana meneladani keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT.

“Kita ingin mencontoh keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Karena pada dasarnya, yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging hewan kurban, tetapi ketakwaan, keimanan, dan keikhlasan kita,” tambah Noor.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan kurban tahun ini, panitia telah melakukan perencanaan sejak sekitar satu bulan sebelumnya. Salah satu program yang dilakukan adalah mengajak para siswa ikut berpartisipasi melalui edukasi dan budaya menabung kurban.

Baca Juga :  Kemhan dan TNI Siap Perkuat BPJS Kesehatan untuk Kepentingan Nasional

Menurut Noor Khoirudin, para siswa didorong untuk belajar berkurban sejak dini. Bagi yang mampu, dapat berkurban secara mandiri, sementara siswa lain bisa berpartisipasi melalui program tabungan kurban.

“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak diajarkan mencintai Allah melalui pengorbanan, belajar berbagi, dan memahami makna kepedulian sosial,” katanya.

Tidak hanya berasal dari tabungan siswa dan partisipasi orang tua, sumber hewan kurban juga diperoleh dari kegiatan sosial sekolah, termasuk hasil keuntungan kegiatan pensi (pentas seni) yang sebagian dialokasikan untuk kegiatan sosial dan kurban.

“Keuntungan dari kegiatan pensi sebagian digunakan untuk charity, kegiatan sosial, dan kurban. Jadi pendidikan di Al Azhar terintegrasi antara pembelajaran, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, total hewan kurban mencapai 13 ekor sapi dan 145 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut diproses dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan prioritas utama warga di lingkungan sekitar kawasan sekolah dan masjid.

Baca Juga :  Sambut Idulfitri 2026, Pilar Bersama Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis dari Terminal Pondok Cabe

“Kami mengutamakan masyarakat sekitar lebih dahulu. Setiap tahun, lingkungan seperti Lengkong selalu mendapatkan bantuan sapi kurban. Bahkan ada wilayah yang rutin menerima satu ekor sapi setiap tahun untuk dikelola dan disembelih di wilayah masing-masing,” terang Noor Khoirudin.

Selain sapi, masyarakat sekitar juga menerima distribusi kambing kurban sesuai kebutuhan dan pengajuan yang masuk kepada panitia. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Al Azhar BSD untuk memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

“Prinsipnya, dampak sosial itu dimulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu. Jangan jauh-jauh dulu, masyarakat sekitar harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini