Hardiknas 2026, Gubernur Andra Soni Wanti-wanti ASN, SPMB 2026 Harus Transparan dan Adil

3 Menit Baca

Serang Banten, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri dengan melarang keras praktik titip-menitip. Ia memastikan seluruh proses seleksi berjalan adil, jujur, dan transparan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Penegasan tersebut disampaikan Andra Soni saat memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (4/5/2026), di hadapan Pejabat Tinggi Pratama, Eselon III, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni mengingatkan seluruh ASN agar tidak melakukan intervensi dalam proses SPMB tahun 2026. Ia menegaskan bahwa penerimaan calon siswa harus berlangsung secara objektif, akuntabel, serta bebas dari praktik kecurangan.

Baca Juga :  Buka KSTI 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Kampus Kunci Kemajuan Bangsa dan Ekonomi

“Rekrutmen calon siswa harus berjalan dengan baik, adil, jujur, dan transparan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menciptakan sistem pendidikan yang bersih dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. SPMB, menurutnya, merupakan pintu awal dalam menjamin pemerataan akses pendidikan, sehingga integritas dalam proses seleksi menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan bersih dan tertib.

Baca Juga :  Dievakuasi dari Iran, Dua Warga Banten Tiba Selamat di Tanah Air

“Komitmen Pak Gubernur sudah jelas, tidak ada titip-menitip. Kami memastikan seluruh proses berjalan aman, adil, dan bebas dari kecurangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan pra-SPMB guna memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran. Melalui tahapan ini, orang tua calon peserta didik dapat lebih awal menginput data, mulai dari domisili hingga nilai rapor.

“Dengan pra-SPMB, masyarakat bisa lebih siap. Harapannya, saat pelaksanaan utama pada 10 Juni nanti, semua berjalan lancar dan aman,” katanya.

Baca Juga :  Curigai Proyek Bermasalah, Aliansi Tangerang Raya Akan Laporkan Kasus Korupsi Jalan Ciater Raya ke Kejati Banten

Selain itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi secara masif agar seluruh calon peserta didik dapat terakomodasi dalam sistem. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian waktu pendaftaran apabila masih terdapat masyarakat yang belum sempat mendaftar.

“Kami akan terus memantau. Jika masih banyak yang belum terakomodasi, kemungkinan waktu pendaftaran akan diperpanjang,” tambahnya.

Jamaludin berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh calon peserta didik di Provinsi Banten.

“Kami berharap seluruh proses berjalan tanpa kendala dan semua calon peserta didik dapat terakomodasi dengan baik,” pungkasnya.

*Red*

Bagikan Artikel Ini