Hadapi Kemarau di Tangerang, Andra Soni Siapkan Sumur Bersama dan Bantuan Air Bersih

3 Menit Baca

Kabupaten Tangerang, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mengoptimalkan penanganan dampak musim kemarau di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang. Selain mendistribusikan bantuan air bersih, Pemprov Banten juga menyiapkan pembangunan sumur bersama sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih.

Komitmen tersebut disampaikan Andra Soni saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Cangkring, Desa Magersari, dan Kampung Bugel Lebah, Desa Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Pemprov Banten menyalurkan lima tangki air bersih berkapasitas 4.000 liter di setiap titik yang diperuntukkan bagi 854 kepala keluarga. Selain air bersih, warga juga menerima bantuan paket sembako. Turut mendampingi Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.

Baca Juga :  Tak Ada Toleransi, Satpol PP Tangsel Sita 300-an Botol Miras Tanpa Izin

Andra Soni mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan melalui pembagian tugas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar bantuan tepat sasaran.

“Kita berbagi tugas, mana yang dikerjakan provinsi, kabupaten dan kota, sehingga tidak dobel sasaran,” kata Andra Soni.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang sehingga seluruh jajaran pemerintah diminta terus memantau kondisi di lapangan dan segera merespons setiap laporan masyarakat terkait kebutuhan air bersih.

“Agar masyarakat mendapatkan air bersih,” paparnya.

Sebagai upaya penanganan jangka panjang, Pemprov Banten juga tengah melakukan kajian teknis untuk mengidentifikasi potensi sumber air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan melalui pembangunan sumur bersama maupun sumur dalam.

Baca Juga :  Wagub Banten Terima Kunjungan Gubernur Bengkulu, Bahas Program Zakat hingga Retret ASN

“Termasuk juga pemerintah daerah yang melakukan itu secara bersama-sama,” ujarnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Ari James Faraddy menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan kajian teknis di sejumlah wilayah guna mengukur kedalaman sumber air tanah. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan fisik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan terdapat sekitar 105 kecamatan atau 415 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan di Provinsi Banten. Hingga saat ini, BPBD Provinsi Banten telah menyalurkan bantuan air bersih ke 139 desa dan kelurahan.

Baca Juga :  May Day 2026: Andra Soni Gandeng Polda Banten Berantas Percaloan

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih silakan menghubungi kantor BPBD setempat atau ke BPBD Provinsi pada nomor 085117814505,” katanya.

Salah seorang warga Kampung Cangkring, Ade (40), mengaku wilayahnya telah mengalami kekeringan selama dua bulan terakhir. Selama itu, warga harus mengambil air dari bekas galian sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat bantuan air bersih dari Bapak Gubernur Andra Soni, kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya,” katanya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini