SERANG, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni mendorong para sineas muda di Provinsi Banten untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya berkualitas dengan meneladani kiprah para tokoh perfilman nasional yang berasal dari daerah tersebut.
Menurut Andra Soni, Banten memiliki sejarah panjang dalam dunia perfilman Indonesia. Sejumlah tokoh besar, seperti almarhum Teguh Karya, Bing Slamet, Ratno Timur, hingga Eros Djarot yang berasal dari Rangkasbitung, menjadi bagian dari perjalanan perfilman nasional.
Hal itu disampaikan Andra Soni setelah menerima audiensi Forum Saijah Rangkasbitung dan Komunitas Warga Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang, Jumat (23/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menerima komunitas pegiat film yang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam dua festival film internasional, yakni Tokyo International Film Festival dan Rotterdam International Film Festival.
“Alhamdulillah, pagi ini saya menerima komunitas pegiat film yang diundang untuk berpartisipasi dalam Rotterdam International Film Festival dan Tokyo International Film Festival,” ungkapnya.
Ia menilai, rekam jejak para tokoh perfilman asal Banten merupakan warisan berharga yang perlu dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Karena itu, para sineas muda diharapkan tidak hanya berkarya, tetapi juga memperdalam pengetahuan perfilman serta memperkuat komunitas sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri film.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra Soni, siap memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang dilakukan komunitas film lokal agar mampu berkembang dan memperluas jangkauan karyanya hingga ke tingkat internasional.
“Pemprov Banten mendukung penuh dan mendoakan agar kegiatannya berjalan lancar, sehingga sineas dan tokoh film asal Banten semakin mendunia,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Forum Saijah Rangkasbitung, Fuad Fauji, menjelaskan bahwa komunitasnya akan mengikuti dua agenda festival film internasional dengan mengangkat kiprah tokoh perfilman yang memiliki keterkaitan dengan Banten.
Dalam Tokyo International Film Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Oktober 2026, pihaknya berencana memperkenalkan perjalanan dan kontribusi Misbach Yusa Biran dalam dunia perfilman Indonesia.
Adapun dalam Rotterdam International Film Festival, komunitas tersebut akan mengangkat profil serta karya seorang sutradara perempuan asal Provinsi Banten.
Partisipasi tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah dan kontribusi insan perfilman Banten kepada khalayak internasional, sekaligus mendorong lahirnya generasi sineas baru yang mampu menghasilkan karya dan mengharumkan nama daerah di panggung dunia.
*Hadi*




