Ervin Ardani: CFD Tangsel Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Ruang Kreatif dan Pemberdayaan UMKM

4 Menit Baca

Tangerang Selatan, katamedia.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohammad Ervin Ardani, menegaskan bahwa pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Tangerang Selatan tidak hanya menjadi ruang olahraga masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai wadah kreativitas, interaksi sosial, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Ervin saat menerima kunjungan silaturahmi dan jejaring sosial bersama jajaran Duta Berita Nusantara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam pertemuan itu hadir Pimpinan Umum Duta Berita Nusantara Kibagus Arfan, didampingi perwakilan manajemen Siddik dan Hadi untuk berdiskusi mengenai berbagai program serta aktivitas Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

Obrolan berlangsung santai namun produktif dengan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan sektor ekonomi kreatif, aktivitas pelayanan Dinas Pariwisata, hingga program-program unggulan yang sedang berjalan di Kota Tangerang Selatan.

Salah satu pembahasan utama yakni program CFD tematik yang secara rutin digelar setiap Minggu pertama di awal bulan. Menurut Ervin, konsep tematik dalam pelaksanaan CFD bertujuan memberikan ruang kreatif yang lebih luas kepada masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan para pelaku UMKM.

Baca Juga :  Ervin Ardani Pastikan Program Pariwisata Tangsel Lebih Terarah di 2026

“Program ini dibuat untuk memberikan ruang kreatif bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Jadi masyarakat bisa berolahraga sambil menikmati suasana hiburan dan kuliner UMKM yang telah disiapkan panitia melalui booth-booth UMKM,” ujar Ervin.

Dalam pelaksanaannya, area CFD turut diisi berbagai aktivitas komunitas yang membuat suasana semakin hidup dan menarik. Komunitas senam, bela diri, tari, hingga komunitas kuliner ikut berpartisipasi menghadirkan hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat yang hadir.

Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan ruang publik yang sehat, produktif, dan kreatif, di mana masyarakat tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga menikmati hiburan serta melihat potensi karya dan kreativitas warga Kota Tangerang Selatan.

Selain menjadi ruang interaksi sosial, keberadaan booth UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri karena membantu pelaku usaha kecil memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat secara lebih luas. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komunitas dan kewirausahaan lokal.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel: Kadin Mitra Strategis Pemerintah untuk Dorong Ekonomi Daerah

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan CFD, Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan menyiapkan tim khusus yang melibatkan pegawai internal dan sejumlah dinas terkait. Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama agar kawasan CFD tetap nyaman bagi masyarakat.

“Kebersihan menjadi perhatian utama kami. Walaupun ada petugas yang kami tugaskan, kami tetap berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan agar CFD tetap nyaman dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Ervin juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan CFD pada awal Juni mendatang akan digelar lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak komunitas, pelaku UMKM, serta hiburan kreatif masyarakat guna meningkatkan partisipasi publik.

Tidak hanya fokus pada CFD, Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan juga terus mendukung berbagai program unggulan berbasis aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan maupun kecamatan melalui kolaborasi bersama DPRD, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal.

Baca Juga :  Rangkaian Pengerupukan Ogoh-Ogoh Berjalan Aman dan Kondusif di Wilayah Polsek Baturiti

Salah satu kegiatan budaya yang baru saja dilaksanakan yakni Lebaran Betawi pada 23–24 Mei 2026 di Kelurahan Jurang Mangu Barat. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, pelestarian seni tradisional, hiburan musik, hingga kuliner khas daerah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya lokal.

Menurut Ervin, kegiatan budaya tersebut lahir dari aspirasi masyarakat dan telah berlangsung sebanyak enam kali sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi di Kota Tangerang Selatan.

“Ini merupakan usulan dari beberapa elemen masyarakat dan alhamdulillah sudah berlangsung sebanyak enam kali. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pariwisata tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Melalui berbagai program kreatif dan budaya tersebut, Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan ruang publik secara positif, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini