Benyamin Soroti Tantangan Remaja di Era Digital, Kesehatan Mental Harus Dijaga

3 Menit Baca

TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi remaja di tengah perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membangun karakter positif sejak usia remaja.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat membuka Seminar Kesehatan Remaja yang diselenggarakan Dinas Kesehatan di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Rabu (26/8/2026).

Menurut Benyamin, kesehatan mental memiliki peran penting dalam menentukan masa depan generasi muda. Perubahan pola pergaulan dan komunikasi akibat perkembangan teknologi membuat remaja menghadapi situasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

“Nah, anak-anak sekalian, kesehatan mental ini sangat berpengaruh untuk masa depan kalian dan ini harus dijaga banget,” ujar Benyamin.

Baca Juga :  Jembatan Merah Putih Presisi Bayah Diresmikan, 145 Jembatan Dibangun di Banten

Benyamin menjelaskan, kemajuan teknologi telah mengubah kebiasaan anak dalam beraktivitas dan berinteraksi. Jika sebelumnya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan berkomunikasi secara langsung, kini berbagai kegiatan dapat dilakukan melalui telepon genggam.

Kondisi tersebut juga memengaruhi cara remaja berkomunikasi dengan lingkungan terdekat. Menurutnya, tidak sedikit anak yang lebih nyaman bercerita kepada teman melalui ruang digital dibandingkan berbicara langsung dengan keluarga di rumah.

“Padahal ibu kamu ada di sebelah kamu, bapak kamu ada di sebelah kamu, kakak kamu juga ada di sebelah kamu. Ada di rumah, tapi kenapa curhatnya selalu sama teman saja,” kata Benyamin.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Desa Gunung Batu Provinsi Banten Sebagai Desa Percontohan Antikorupsi

Karena itu, ia meminta para remaja tidak hanya memahami cara menggunakan teknologi secara bijak, tetapi juga membekali diri dengan nilai-nilai positif. Kejujuran, semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, berbuat baik kepada teman, serta saling membantu dinilai penting dalam membentuk pribadi yang kuat.

“Dalam diri kamu harus punya nilai. Jangan menjadi kertas kosong yang tidak punya nilai,” ucapnya.

Benyamin juga menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam menentukan pilihan dan mempertimbangkan setiap risiko dari keputusan yang diambil. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus upaya menjaga kesehatan mental.

Ia mengingatkan agar remaja menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan, termasuk kekerasan, penggunaan senjata tajam, dan pergaulan bebas.

Baca Juga :  Menaker Yassierli Resmi Buka Pelatihan Vokasi Nasional 2026, 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I

“Pilihan bukan ada di ibu kamu, pilihan bukan ada di orang tua kamu, pilihan bukan ada di pemerintah kota, tapi ada di diri sendiri untuk jadi orang bernilai. Jadi ingat ya, pilih keputusan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Benyamin menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua, guru, dan pemerintah harus saling bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Antara orang tua, guru, dan Pemerintah Kota harus dalam satu kesatuan yang utuh menjaga anak dari kesehatan mental ini,” tuturnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini