Antisipasi Karhutla, Pemprov dan Polda Banten Perkuat Sinergi

3 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Polda Banten memperkuat sinergi dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla yang digelar di Lapangan Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (3/8/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, apel kesiapsiagaan merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi Agustus menjadi puncak musim kemarau di sebagian wilayah Banten. Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga relawan, peralatan, hingga dukungan anggaran agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Baca Juga :  HUT ke-26 Banten, Tablig Akbar Bersama Ustaz Das’ad Latif Digelar di Masjid Agung Kesultanan Banten

“Kita memastikan seluruh personel siap, relawan siap, peralatan siap, termasuk dukungan anggaran juga siap,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, Pemprov Banten juga akan memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat kabupaten dan kota agar koordinasi penanganan bencana semakin efektif. Selain mengantisipasi karhutla, pemerintah daerah saat ini tengah memetakan wilayah yang mulai mengalami kekeringan guna mempercepat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Kami sedang memetakan daerah yang mengalami kekurangan air agar seluruh pihak bisa bergerak bersama membantu masyarakat,” katanya.

Selain itu, Andra Soni menaruh perhatian terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berkaca dari sejumlah kejadian sebelumnya, Pemprov Banten bersama Polda Banten membentuk Satgas Terpadu yang akan disiagakan di sejumlah TPA untuk melakukan pemantauan dan pencegahan kebakaran. Pengawasan dilakukan mengingat keberadaan gas metana maupun aktivitas pembakaran sampah berpotensi memicu munculnya titik api.

Baca Juga :  Pemprov Banten Perkuat SAKIP untuk Tingkatkan Kinerja ASN dan Pelayanan Publik

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla. Ia menekankan bahwa upaya penanggulangan lebih diutamakan melalui langkah-langkah preventif dengan meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta edukasi kepada masyarakat.

“Apel ini menjadi simbol kesiapan bersama untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran. Sosialisasi akan diperkuat melalui pemasangan spanduk, videotron, media massa, media sosial, hingga patroli menggunakan kendaraan public address.

Baca Juga :  Dinkop Tangsel Perkuat UMKM lewat Kolaborasi Dunia Usaha dan Perbankan

Untuk memperkuat langkah pencegahan, Satgas Terpadu akan ditempatkan di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan TPA, dengan dukungan personel, mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan berbagai peralatan pendukung agar dapat bergerak cepat saat terjadi kondisi darurat.

“Kami juga mengajak seluruh media dan masyarakat bersama-sama menyebarluaskan edukasi agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Hengki.

Bagikan Artikel Ini